Organda nilai kebutuhan terminal di Padang sudah mendesak, ini alasannya

id terminal

Ketua Organda Sumbar S. Budi Syukur. (ANTARA/Miko Elfisha)

Padang, (ANTARA) - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Barat menilai kebutuhan terminal bus yang representatif di Kota Padang sudah sangat mendesak, karena masyarakat mulai beralih dari moda transportasi udara ke darat, setelah adanya kenaikan harga tiket.

"Terminal yang representatif akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi darat, sehingga keberadaannya sudah sangat mendesak," kata Ketua Organda Sumbar S. Budi Syukur di Padang, Rabu.

Saat ini proses turun naiknya penumpang untuk angkutan darat di Kota Padang sebagian besar dilakukan di pool masing-masing perusahaan oto (PO).

Meski tidak sebenarnya tidak ada persoalan, namun pelayanan terhadap penumpang tentu akan lebih maksimal jika dilakukan di terminal bus yang tertata dengan baik. Apalagi jika konsep terminal itu mengutamakan kenyamanan dan keamanan penumpang seperti beberapa terminal di Jawa.

"Terminal itu harus mengacu pada bandara yang nyaman, ada ruang istirahat dan memiliki fasilitas umum yang lengkap. Bukan seperti kesan terminal yang dulu, kumuh dan sarang premanisme," ujarnya.

Saat ini Pemerintah Kota Padang berencana membangun terminal tipe A di Anak Aia, Kecamatan Koto Tangah, Padang. Peletakan batu pertama (ground breaking) proyek itu telah dilakukan Menteri Perhubungan, Budi Karya awal 2018.

Jika pembebasan lahan berjalan sesuai rencana, dijadwalkan pembangunan Terminal Tipe A Anak Air itu akan selesai dalam 2 tahun hingga 2019 atau paling lambat 2020.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah menyebut lahan yang dipersiapkan untuk pembangunan terminal tersebut seluas lima hektare dan sudah dalam proses pembebasan lahan. Ditargetkan prosesnya bisa selesai dalam tahun 2019. (*)
Pewarta :
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar