Penjelasan RSUD Pesisir Selatan terkait informasi pengusiran pasien

id pengusiran pasien,RSUD M Zein

Direktur RSUD M Zein Painan, Sutarman. (Antara Sumbar / Didi Someldi Putra))

Painan, Sumbar (ANTARA) - RSUD M Zein Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat memastikan informasi pengusiran pasien kebidanan yang beredar di media sosial Facebook tidak benar dan terlalu berlebihan.

"Semua pasien kami layani dengan humanis serta sesuai prosedur, dan kami memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Direktur M Zein Painan, Sutarman di Painan, Selasa.

Ia menyebutkan agar informasi tersebut tidak bias maka masyarakat mesti memahami secara menyeluruh bukan sepihak saja.

Dirinya mengungkapkan pasien tersebut merupakan rujukan dari Puskesmas Kambang, Kecamatan Lengayang pada Minggu (9/6) dengan diagnosa cabang bayi dalam posisi letak lintang dan sudah akan dilahirkan.

Sesampainya di RSUD M Zein Painan pasien langsung ditangani oleh dokter dan paramedis, setelah diultrasonografi (USG) ternyata letak kepala cabang bayi secara medis bisa dilahirkan secara normal.

Selanjutnya dilakukan observasi dan ada kemajuan untuk dilangsungkan persalinan secara normal, namun pasien tidak sabar karena kesakitan.

"Setiap proses persalinan tentu ada kontraksi dan ini menimbulkan rasa sakit, namanya juga akan melahirkan," sebutnya

Namun melihat kondisi pasien yang kesakitan keluarganya panik, dokter dan paramedis berupaya menjelaskan kondisinya namun suami pasien tetap tidak paham.

"Karena ketidakpahamannya suami si pasien meminta agar pasien dirujuk ke RS BKM Sago, padahal rumah sakit itu tipenya dibawah RSUD M Zein Painan tentu hal tersebut tidak bisa dilakukan, apalagi proses persalinan normal mungkin dilaksanakan," katanya lagi.

Kendati dokter dan paramedis sudah memberikan penjelasan, namun suami pasien tetap tidak paham dan akhirnya meminta keluar dari rumah sakit.

"Karena bersikukuh kami meminta agar keluarga si pasien menandatangi surat keluar atas permintaan sendiri dan itu dilaksanakan. Jadi semua sudah sesuai prosedur," sebutnya.

Sebelumnya akun Facebook bernama Alfis Suhandi mengungkap kekecewaannya terhadap pelayanan di RSUD M Zein Painan, ia juga berharap agar bupati setempat memberi sanksi kepada dokter dan perawat yang bertugas waktu istrinya mendapat pelayanan.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar