Tujuh lakalantas terjadi di Agam selama Operasi Ketupat

id Operasi ketupat,Lakalantas di Agam,Polres Agam

Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi memasang pita tanda dimulainya operasi ketupat 2019 di halaman Mapolres setempat, Selasa (28/5). (Antara Sumbar/Yusrizal)

Lubukbasung (ANTARA) - Kasus kecelakaan lalu lintas turun di Kabupaten Agam, Sumatera Barat dari 17 kasus pada 2018 menjadi tujuh kasus 2019 selama pelaksanaan Operasi Ketupat.

"Kasus kecelakaan itu berkurang 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi melalui Kasat Lantas Polres Agam Iptu Dedi Antonis dan Kanit Laka Ipda Bermana Manda di Lubukbasung, Selasa.

Ia mengatakan pada tahun ini korban meninggal dunia dua orang dan pada tahun sebelumnya tidak ada.

Sedangkan korban luka berat tidak ada. Untuk luka ringan 31 orang pada 2018 dan turun menjadi tujuh orang pada 2019.

"Korban meninggal dunia meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," katanya

Ia menambahkan Polres setempat mengerahkan 200 personel saat Operasi Ketupat yang digelar pada 29 Mai sampai 10 Juni 2019.

Dari 200 personel itu, 150 orang berada di empat poskotis, yakni Kelok 44 sebanyak tiga poskotis dan Simpang Gudang satu poskotis.

Sementara 50 orang siaga di Mapolres setempat dan mereka diturunkan untuk membantu mengatur lalu lintas, longsor dan lainnya.

"Anggota yang siaga itu kita kerahkan ke lokasi longsor, lokasi macet dan lainnya," katanya.

Sementara kasus kecelakaan di wilayah Polres itu selama Januari sampai 10 Juni 2019 sebanyak 68 kasus, meninggal dunia 14 orang dan luka ringan 88 orang.

Pada 2018, tambahnya, 186 kasus kecelakaan lalu lintas, meninggal dunia 13 orang, luka berat tiga orang dan luka ringan 175 orang.

Sedangkan pada 2017 sebanyak 196 kasus kecelakaan, meninggal dunia 25 orang, luka berat 20 orang, luka ringan 271 orang.

Pada 2016 sebanyak 180 kasus, meninggal dunia 26 orang, luka berat 12 orang, luka ringan 277 orang.

"Kasus kecelakaan tersebut didominasi usia 15-30 tahun akibat tidak menggunakan helm standar, melawan arah dan lainnya," tegasnya. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar