Menikmati ketan durian di Pantai Carocok

id Ketan durian,Pantai carocok

Wisatawan membeli ketan durian ke pedagang di Pantai Carocok Painan. (Antara Sumbar / Didi Someldi Putra)

Painan (ANTARA) - Sejumlah pedagang di objek wisata Pantai Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat selama libur lebaran 2019 menawarkan ketan durian yang merupakan panganan khas daerah itu.

"Per porsinya hanya Rp10 ribu, wisatawan bisa memilih apakah ketannya yang hitam atau yang putih," kata salah seorang pedagang ketan durian, Eli (42) di lokasi, Senin.

Satu porsi ketan durian sudah lengkap dengan parutan kelapa, tiga biji buah durian, cara penyajian hingga aroma buah durian yang khas cukup menarik minat wisatawan.

Ia menyebutkan dalam sehari selama libur lebaran tahun ini dirinya mampu menjual 200 porsi ketan durian, selain dirinya beberapa pedagang lain juga mengalami hal serupa.

"Alhamdulillah penjualan ketan durian di Pantai Carocok Painan cukup stabil," sebutnya.

Selain ketan durian, di lokasi juga terdapat pedagang yang menjual durian utuh harganya di kisaran Rp20 sampai Rp40 ribu ber buah tergantung ukuran.

Selanjutnya, juga terdapat pedagang yang menjajakan lemang, panganan ini terbuat dari ketan hitam atau putih dicampur dengan santan kelapa dan sedikit garam, cara memasaknya cukup unik yaitu adonan dimasukan ke dalam bambu yang bagian dalamnya sudah dilapisi daun pisang muda lalu dibakar hingga matang.

Berikutnya juga ada panganan tradisional seperti es cendol, bugis dan lain-lain serta di lokasi juga ada yang menjual baju, topi, kaca mata dan lain sebagainya.

Pada Senin siang lokasi masih dibanjiri wisatawan, setidaknya hingga pukul 12.00 WIB petugas pintu masuk objek wisata tersebit mencatat sebanyak 1.700 wisatawan telah datang ke lokasi itu.

Sementara pada Minggu (9/6) tercatat sebanyak 9.500 wisatawan datang ke lokasi itu, Sabtu (8/6) lokasi dikunjungi 9.527 wisatawan, Jumat (7/6) dikunjungi 10.339 wisatawan, Kamis (6/6) 6.524 wisatawan dan Rabu (5/6) dikunjungi oleh 987 wisatawan. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar