Ini persiapan Konservasi Penyu Pariaman sambut wisatawan selama Lebaran

id konservasi penyu,pariaman,libur lebaran

Sejumlah wisatawan sedang melihat petugas sedang memasukkan telur penyu untuk diinkubasi di Kawasan Konservasi Perairan daerah (KKPD) Kota Pariaman, Sumatera Barat, Senin (3/6). (Antara Sumbar/Aadiaat M.S)

Pariaman, (ANTARA) - Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kota Pariaman, Sumatera Barat menyiapkan 19 petugas guna melayani wisatawan yang mengunjungipenangkaran penyu itu selama libur Lebaran 2019.

"Petugas akan kami bagi mulai dari menjual tiket hingga mendampingi wisatawan," kata Koordinator Lapangan KKPD Pariaman M. Guntur di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan persiapan tersebut karena melihat dari tahun lalu jumlah kunjungan ke konservasi itu bisa mencapai ribuan orang sehingga perlu persiapan yang berbeda dari hari biasa.

Sedangkan pada hari biasa pihaknya hanya menempatkan dua sampai tiga orang petugas untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada wisatawan.

Ia menyampaikan untuk bisa memasuki konservasi itu wisatawan dikenakan biaya tiket Rp2 ribu per orang untuk semua usia.

Dengan biaya tersebut wisatawan dapat menikmati lokasi penetasan telur penyu dan lokasi pemiaraan yang tersedia berbagai usia hewan yang dilindungi itu.

"Penyu di pemiaraan ini mulai dari usia empat hari hingga 10 tahun," katanya.

Jika stok anak tukik atau penyu tersedia, lanjutnya maka wisatawan dapat melepaskan hewan langka itu ke laut lepas dengan biaya Rp5 ribu per ekor.

Ia menyebutkan di KKPD tersebut terdapat tiga jenis penyu yaitu sisik, lekang, dan hijau yang dapat dilihat dan sebagai edukasi bagi wisatawan.

Edukasi terhadap pengunjung merupakan salah satu kegiatan utama dilakukan oleh pihaknya guna memberikan kesadaran kepada masyarakat agar ikut menjaga kelestarian hewan hewan yang dilindungi itu. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar