Begini kesibukan AirNav Padang memandu lalu lintas udara selama arus mudik Lebaran

id airvav, bandara intenasional minangkabau, lalu lintas udara

Petugas Air Traffic Controller AirNav cabang Padang memandu pesawat lepas landas di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman. (Antara Sumbar/Ikhwan Wahyudi)

Padang Pariaman, (ANTARA) - Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan atau AirNav cabang Padang menyatakan kesiapan memberikan pelayanan terbaik untuk memandu lalu lintas udara di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman selama mudik Lebaran 2019.

"Kendati tahun ini terjadi penurunan trafik, kami tetap memberikan pelayanan terbaik bagi maskapai," kata General Manajer AirNav Cabang Padang Wisnu Hadi Prabowo di Padang Pariaman, Selasa.

Ia menyampaikan memasuki masa mudik Lebaran pihaknya memastikan semua personel yang bertugas di Tower Air Traffic Controller bekerja dalam kondisi prima.

Selain itu pihaknya juga rutin melakukan cek kesehatan petugas ATC sebelum melaksanakan tugas mulai dari pengukuran tekanan darah hingga tingkat kandungan alkohol agar dipastikan benar-benar siap memberikan pelayanan.

Kemudian beberapa waktu lalu pihaknya juga sudah melakukan kalibrasi peralatan navigasi dan VOR hingga ILS dan hasilnya layak untuk dioperasikan.

Ia juga menyampaikan dalam bertugas selalu mengingatkan kepada petugas ATC untuk mematuhi standar operasional prosedur dalam bertugas.

Selama musim mudik pihaknya menurunkan 18 petugas ATC bekerja dalam tiga sesi memberikan pelayanan untuk lepas landas dan mendarat.

Tidak hanya itu pihaknya juga menyiagakan 12 orang tim teknik yang memastikan kondisi peralatan siap sedia.

Ia memaparkan satu petugas ATC bekerja maksimal satu sampai dua jam dan setelah beristirahat dulu untuk kemudian bekerja kembali agar tetap fit saat memandu lalu lintas penerbangan.

Terkait dengan Padang merupakan salah satu daerah yang rawan gempa pihaknya juga sudah memiliki standar operasional prosedur jika terjadi gempa.

Jadi sudah ada SOP termasuk untuk petugas tower jika ada gempa ke mana harus evakuasi dan kami juga melakukan simulasi secara rutin, kata dia.

"Bahkan kami juga sudah punya peralatan portabel sehingga tetap bisa melakukan pelayanan pemandu lalu lintas udara," lanjutnya.

Ia menyampaikan dalam keadaan darurat petugas ATC dituntun untuk memprioritaskan keselamatan sembari tetap memberikan pelayanan kepada pilot. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar