Cerita Irwan memilih Islam karena ajakan memohon ampunan lima kali sehari

id Mualaf,Green House Lezatta ,Ramadhan

Cerita Irwan memilih Islam karena ajakan memohon ampunan lima kali sehari

Irwan ketika dituntun oleh seorang ustad membaca kalimat syahadat. (Antara Sumbar/ Ira febrianti)

Bukittinggi (ANTARA) - Minggu (2/6) merupakan hari pertama bagi Irwan, seorang warga Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat menunaikan ibadah puasa.

Ia baru saja memeluk agama Islam dengan mengucap kalimat syahadat pada Sabtu(1/6) jelang berbuka puasa.

"Semua penganut Islam menunaikannya, saya juga harus mampu berpuasa karena ini kewajiban baru sebagai seorang Muslim," ujarnya di Koto Hilalang, Sabtu malam.

Ia menceritakan sejak sekitar dua bulan lalu merantau lalu bekerja di objek wisata Green House Lezatta yang berlokasi di Jalan Raya Bukittinggi-Payakumbuh nomor 23, IV Angkat Candung, Kabupaten Agam.

Berada di lingkungan itu, ia tergugah dengan ajaran Islam yang mengajak penganutnya menunaikan salat lima kali dalam satu hari.

Dari usahanya mencoba mengenal Islam, ia mendapati bacaan dalam salat berisi doa-doa memohon ampunan, memohon lindungan dan kasih sayang tuhan.

Menurutnya hal itu berbeda dari agama yang ia anut sebelumnya yang menuntun melaksanakan ibadah hanya satu kali dalam sepekan.

"Padahal saya pribadi setiap hari pasti berbuat salah. Ajakan agar sering meminta ampunan itu yang membuat akhirnya ingin memeluk Islam," ujarnya.

Di samping itu, lantunan suara azan sebagai penanda masuk waktu salat juga menjadi pendorongnya semakin yakin memeluk Islan.

"Informasi yang saya dapat, di penjuru dunia azan tidak berhenti berkumandang. Jika di sini selesai berkumandang maka di tempat lain berkumandang. Bisa diartikan Islam tidak pernah berhenti mengajak umatnya menuju kebaikan," katanya.

Saat ini ia sudah mampu menghafal surat Al Fatihah dan beberapa bacaan salat. Keputusannya memeluk Islam adalah keinginan sendiri dan sudah diberi izin oleh kedua orangtuanya.

"Gerakan salat sudah bisa tapi untuk bacaan di setiap gerakannya masih dipelajari lagi dibantu ustad dan teman-teman," ujarnya.

Pengelola objek wisata Green House Lezatta Eliana mengatakan karyawan barunya itu sejak pertama kali bekerja dengannya menunjukkan sikap yang santun dan berpembawaan tenang.

"Karena itu saya ingin mengajaknya memeluk Islam. Ketika ditanya maukah memeluk Islam, Irwan langsung jawab mau. Namun saya tidak percaya dan membiarkan saja obrolan itu selesai di situ," katanya.

Usai pertanyaan tersebut, karyawannya beberapa kali bertanya bagaimana caranya agar bisa masuk Islam. Bagi Eliana pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan keseriusannya menjadi seorang Muslim.

Langkah awal sebelum kenalkan Islam, ia terlebih dahulu meminta izin kakak laki-laki Irwan yang juga bekerja dengannya dan mendapat izin.

Kemudian mengajarkan pengetahuan dasar seperti kewajiban salat, puasa, kalimat syahadat, surat Al Fatihah, huruf hijaiyah dan membelikan perlengkapan salat.

"Setelah itu kami sempat tanya lagi keseriusannya selanjutnya baru panggil ustad untuk membantu mengislamkannya," katanya.

Baginya, kini 19 orang karyawannya yang bekerja di objek wisata itu memiliki kewajiban baru yaitu membantu mengajarkan Irwan pengetahuan mengenai Islam.

"Kami berharap keputusannya memeluk Islam di penghujung bulan suci ini membuka jalan baru yang berisi berkah di sepanjang usianya," katanya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar