Pemkab Solok gelar pasar murah hasil pertanian ringankan kebutuhan masyarakat

id Pasar murah

Para pengunjung akan membeli sayuran yang dijual di pasar murah hasil pertanian di Koto Baru, Rabu. (Antara Sumbar/Tri Asmaini)

Arosuka, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat menggelar pasar murah hasil pertanian dan peternakan seperti bawang merah, cabai merah, sayur-sayuran (buncis, selada, lobak, wortel), daging, telur ayam, dan lainnya guna memudahkan kebutuhan masyarakat.

"Alhamdulillah pasar ini telah kami gelar dari Senin (27/5) hingga Rabu (29/5) di depan kampus UMMY Koto Baru," kata Kepala Dinas Pertanian setempat, Admaizon melalui Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Rahmi Tamsil di Koto Baru, Rabu.

Menurutnya harga yang ditawarkan pedagang dan petani di pasar murah hasil pertanian lebih murah dari harga pasar pada umumnya.

Seperti harga telur ayam Rp37 ribu perlapik atau trey, ayam Rp40 ribu perekor dan daging sapi hanya Rp105 ribu perkilogram.

Ia menyebutkan hasil pertanian dan perternakan yang dijual merupakan usaha dari tiga kelompok petani dan peternak.

"Jadi dalam satu kelompok, masing-masing petani menjual berbagai hasil pertanian yang berbeda sehingga yang dijual beragam, contohnya jika salah satu petani membawa bawang merah petani lainnya menjual cabai merah," ujarnya.

Menurutnya, pasar murah digelar untuk membantu masyarakat menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dengan harga terjangkau tapi berkualitas baik.

"Masyarakat berbagai nagari di Kabupaten Solok banyak yang datang berburu kebutuhan sehari-hari di pasar murah ini, apalagi harganya lebih murah dari di pasar tentunya mereka senang," ujarnya.

Dinas pertanian baru pertama kali mengadakan pasar murah bekerja sama dengan dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM setempat yang menjual berbagai makanan hasil olahan rumah tangga.

Ia berharap pasar murah yang digelar dapat meringankan dan membantu kebutuhan masyarakat yang kesulitan ekonomi sehingga dapat menghadapi lebaran dan hari jelang Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar