Belum diaspal, uji coba jembatan Batang Kalu Padang Pariaman ditunda

id Jembatan Batang Kalu,Padang Pariaman,sumbar

Seorang petugas sedang mengecat kayu pembatas tepi jalan di Jembatan Batang Kalu di 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Rabu. (Antara Sumbar/Aadiaat M.S)

Parit Malintang, (ANTARA) - Uji coba Jembatan Batang Kalu di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, ditunda karena permukaan jalan yang masih basah sehingga tidak bisa diaspal.

"Setelah berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Jalan Nasional di Padang,pengaspalan baru bisa dilakukan setelah permukaan jalan kering," kata Kapolres Padang Pariaman AKBP Rizki Nugroho di Parit Malintang, Rabu.

Karena permukaan jalan yang masih basah maka rencana uji coba jembatan tersebut yang direncanakan hari ini pukul 10.00 WIB ditunda hingga kondisi memungkinkan untuk dilakukan pengaspalan.

Saat ini pihak terkait sedang melakukan pengeringan serta pengecatan pagar tepi jalan sebagai pembatas agar pengendara tidak terperosok.

Akibatnya pengendara masih menggunakan jembatan darurat yang dibangun di sisi kanan dan kiri jembatan utama.

Sementara Kasat Lantas Polres Padang Pariaman Iptu Yuliadi mengatakan meskipun jembatan utama tersebut sudah dapat digunakan untuk Lebaran, namun jembatan darurat tidak akan dibuka.

"Jembatan utama hanya dibuka sementara atau untuk Lebaran saja, setelah Lebaran ditutup kembali," katanya.

Ia menjelaskan diputuskannya hal tersebut karena pascalebaran pihak terkait akan menyelesaikan tahap akhir pembangunan jembatan utama, sehingga kehadiran jembatan darurat masih dibutuhkan.

Sebelumnya Jembatan Batang Kalu di Kayu Tanam ambruk karena banjir pada Desember 2018, akan selesai dibangun ulang dan bisa dilewati mulai H-7 Lebaran 2019 sehingga tidak akan menjadi salah satu titik kemacetan.

"Sekarang sedang proses konstruksi, targetnya H-7 selesai dan bisa dilewati kendaraan seperti semula," kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPRAidil Fiqri.

Selain jembatan utama, dua unit jembatan darurat yang saat ini menjadi akses bagi pengendara, tetap akan dipertahankan untuk sementara. Jika dibutuhkan dua unit jembatan itu bisa dimanfaatkan untuk lalu lintas kendaraan. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar