Kebutuhan sapi untuk Ramadhan dan Lebaran di Solok diperkirakan meningkat

id Admaizon

Kadis Pertanian Kabupaten Solok, Admaizon. (Antara Sumbar/ Tri Asmaini)

Arosuka, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat memperkirakan kebutuhan sapi untuk Ramadhan hingga Lebaran 2019 meningkat dari 2018 yang hanya mencapai 261 ekor.

"Hingga pertengahan Ramadhan saja pemotongan sapi sudah mencapai 108 ekor, dan akan terus bertambah hingga Lebaran," kata Kepala Dinas Pertanian setempat, Admaizon melalui Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Rahmi Tamsil di Arosuka, Selasa.

Ia menyebutkan kebutuhan itu akan terpenuhi dari sapi lokal, karena sesuai data populasi sapi potong Kabupaten Solok pada 2018 sebanyak 37.371 ekor, sedangkan jumlah pemotongan ternak 2018 hanya 4.783 ekor.

Terkait kesehatan sapi potong pihaknya telah membentuk tim pengawasan penyembelihan hewan di pasar-pasar guna memastikan keamanan dan kesehatan daging sapi yang dijual pedagang untuk kebutuhan Ramadhan dan Lebaran di daerah itu.

Pada setiap kecamatan, ada dua orang petugas pengawas pemotongan hewan yang meninjau pemotongan hewan di pasar-pasar nagari. Seperti Pasar Talang, Pasar Sumani, Pasar Cupak, Selayo dan lainnya.

Petugas akan memeriksa kesehatan hewan sebelum disembelih (antimortem) dan memeriksa hewan sesudah disembelih (posmortem).

"Sejauh ini kami belum menemukan daging sapi yang berpenyakit atau tidak layak konsumsi. Petugas kami selalu memastikan daging yang dijual aman, sehat, utuh dan halal," sebutnya.

Pihaknya juga menekankan agar sapi atau kerbau yang dipotong haruslah sapi atau kerbau jantan, sedangkan betina terutama yang masih produktif tidak boleh dipotong agar populasinya terus meningkat.

"Populasi ternak sapi dan kerbau daerah ini memang tinggi, sehingga selalu berlebih dari kebutuhan daerah," ujarnya.

Ternak sapi yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan daging biasanya dari pasar ternak Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi dan dari Sijunjung.

Sedangkan tingkat konsumsi pangan protein hewani masyarakat di Kabupaten Solok pada 2018 sebesar 6,58 Kg perkapita pertahun. Sedangkan untuk daging sapi sebanyak 923.673 Kg pertahun.

Meskipun sudah surplus daging pemerintah daerah masih ikut menyukseskan program pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi ternak yaitu Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB).

Dinas Pertanian juga terus melakukan pembinaan kepada peternak tentang budidaya dan cara yang baik dalam pemberian pakan ternak. Petugas kesehatan hewan juga terus memantau dan memeriksa kesehatan hewan ternak ke lapangan. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar