Ini alasan Dishub Pasaman Barat larang pemudik gunakan angkutan tidak resmi

id Angkutan tidak resmi,pasaman barat,mudik lebaran,dishub pasaman barat,sumbar

Kepala Dinas Perhubungan Pasaman Barat, Edison Zalmi (kanan) bersama tim BNNK Pasaman Barat saat meninjau terminal Simpang Empat pada Senin (27/5). (FOTO ANTARA/Atlas Maulana)

Simpang Empat, (ANTARA) - Dinas Perhubungan Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) meminta pemudik Idul Fitri 1440 Hijriah tidak menggunakan jasa angkutan atau travel liar selama musim Lebaran 2019.

"Penggunaan angkutan atau travel tanpa izin bisa membahayakan dan tidak memiliki asuransi keselamatan penumpang apabila terjadi kecelakaan," Kepala Dinas Perhubungan Pasaman Barat, Edison Zalmi di Simpang Empat, Selasa.

Menurutnya menjelang arus mudik jumlah penyedia jasa angkutan umum tidak memiliki izin atau ilegal biasanya mulai bermunculan. Pemudik diminta teliti memilih angkutan mudik demi keselamatan dalam perjalanan dan jaminan asuransi apabila terjadi kecelakaan.

Ia menyarankan pemudik Pasaman Barat menggunakan jasa angkutan resmi yang memiliki loket di sekitar terminal atau loket resmi.

Hal itu tujuannya agar keselamatan dan kenyamanan penumpang lebih terjamin.

Ia mengaku timnya sudah berupaya menertibkan angkutan umum tanpa izin atau travel liar melalui razia bersama kepolisian. Namun tingginya permintaan masyarakat membuat peluang peyedia jasa angkutan tidak resmi ini selalu dicari masyarakat.

"Sebagai penumpang cerdas masyarakat diminta tidak tergiur dengan ongkos murah dan khawatir kehabisan armada angkutan resmi," katanya.

Sebab tahun ini, Dinas Perhubungan juga menyediakan sejumlah bus membantu pengusaha angkutan resmi apabila kekurangan armada.

Khusus untuk Pasaman Barat biasanya banyak pemudik menggunakan angkutan antara kabupaten dan antar provinsi. Seperti tujuan Medan, Pekanbaru, jambi dan Bengkulu.

Sementara khusus angkutan antar kabupaten dinilai masih memadai mengingat banyak armada baru sejulah perusahaan yang mulai beroprasi beberapa bulan belakangan ini.

Selama berpergian menggunakan angkutan umum saat mudik dan balik, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Khusus untuk rute tertentu masyarakat diminta memesan tiket kepada loket resmi untuk mengantisipasi munculnya calo atau agen yang membuat harga tiket melambung tinggi, demikian EdisonZalmi. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar