Pariaman jalin kerja sama lima perguruan tinggi sukseskan Saga Saja

id Saga Saja,Genius Umar

Walikota Pariaman, Sumbar Genius Umar (ANTARA SUMBAR/Aadiaat MS)

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) telah menjalin kerja sama dengan lima perguruan tinggi di Indonesia guna menyukseskan program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) di daerah itu.

"Perguruan tinggi tersebut perupakan perguruan negeri dan swasta," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan perguruan tinggi tersebut dapat memberikan bekal keahlian khusus agar peserta program itu mudah mendapatkan pekerjaan.

Adapun perguruan tinggi tersebut yaitu mulai dari Politeknik Negeri Padang, Politeknik Perindustrian, Politeknik Pelayaran Sumbar, Batam Tourism Polytechnic, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kerja sama dengan IPB tersebut merupakan kerjasama terbaru yang terjalin pada Kamis kemarin (23/5).

Ia menyampaikan program tersebut diutamakan untuk anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dengan tujuan agar mendapatkan pekerjaan layak sehingga dapat mengangkat perekonomian keluarga.

"Jadi satu keluarga miskin minimal memiliki satu keluarga yang sarjana," katanya.

Ia menyebutkan program tersebut telah berjalan semenjak setahun yang lalu dan menguliahkan 19 anak dari keluarga miskin di Kota Pariaman.

Mekanisme pembayaran program tersebut yaitu semester pertama dibayar oleh pihak keluarga, lalu untuk semester dua dan tiga melalui Badan Amil Zakat Nasional setempat, dan seterusnya dibayar melalui APBD.

"Namun ternyata mekanisme pihak keluarga membayar bermasalah karena pihak keluarga tidak mampu membayar," ujarnya.

Pihaknya akan mencarikan solusi agar pemasalahan-permasalahan yang timbul dalam menjalan program tersebut dapat diselesaikan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Arteti Taher mengatakan setiap peserta program tesebut mendapatkan uang stimulan senilai Rp500 ribu.

Ia menyampaikan setiap peserta yang mendaftar program tersebut harus mengurus surat miskin di kantor desa dan kelurahan dan nantinya data cvalon peserta tersebut akan dicocokkan dengan data keluarga miskin. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar