KPU imbau masyarakat sabar tunggu hasil pemilu 2019

id Pemilu

Ketua KPU Kota Solok (tiga dari kiri) Asraf Danil didampingi komisoner menyampaikan berbagai hal dalam rapat koordinasi penetapan hasil pemilu 2019 di kota tersebut. (ANTARA SUMBAR/Tri Asmaini)

Solok (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solok, Sumatera Barat mengimbau agar masyarakat sabar menunggu hasil penetapan perolehan kursi dan calon terpilih hasil Pemilu 2019 tingkat kota setempat.

"Sementara kita menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk daerah tanpa gugatan menunggu surat dari MK pada 1 Juli untuk mengumumkan hasil pemilu," kata Ketua KPU Kota Solok, Asraf Danil di Solok, Sabtu malam.

Hal tersebut Ia sampaikan saat rapat koordinasi persiapan pengamanan penetapan perolehan kursi dan calon terpilih tingkat kota setempat.

Ia menyebutkan seandainya tidak ada gugatan, pihaknya akan menerima surat dari MK. Tiga hari setelah registrasi dan surat dari MK, baru KPU di daerah dapat mengumumkan hasil penetapan perolehan kursi dan calon terpilih.

Menurutnya, sejauh ini Kota Solok belum mendapat gugatan terkait hasil pemilu yang telah dikirim dan disampaikan ke pusat.

"Seluruh hasil pemilu baik pemilihan presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Sumbar maupun DPRD Kota Solok sejauh ini belum ada gugatan," sebutnya.

Ia berharap tidak ada gugatan mengenai hasil pemilu sehingga penetapan perolehan kursi dan calon terpilih di Kota Solok dapat diumumkan.

Asraf juga mengapresiasi masyarakat, tokoh masyarakat, Pemerintah Kota Solok, Pihak pengamanan Polri, Linmas, Satpol PP, wartawan yang telah mewujudkan dan menyukseskan pemilu yang damai, lancar dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi.

"Alhamdulillah Kota Solok nomor dua partisipasi pemilih tertinggi di Sumbar. Sedangkan target KPU RI hanya 77,5 persen," ujarnya.

Ia menyatakan tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di kota tersebut mencapai 86 persen atau sekitar 40.779 orang dari 47.418 Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Partisipasi pemilih di Kota Solok meningkat hingga 8,5 persen dari pemilihan legislatif pada 2014 yang hanya 77,5 persen," katanya.

Pihaknya menilai tingginya partisipasi masyarakat dalam memilih karena intensnya sosialisasi tentang pemilu pada 2019 ini. Apalagi pemilu untuk memilih lima jenis surat suara.

Kemudian pihaknya juga dibantu oleh relawan demokrasi 55 orang yang memberikan sosialisasi di lapangan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dari berbagai lapisan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Alam Adat Minangkabau (LKAAM) Kota Solok, Rusli Khatib Sulaiman menyampaikan terima kasih kepada KPU, Bawaslu dan pihak pengamanan Polisi, TNI dan lainnya yang telah mengawal proses demokrasi dengan baik di Solok.

"Alhamdulillah, pemilu kita aman dan lancar tanpa ada kerusuhan ataupun keributan yang dapat memecah belah masyarakat di Solok," sebutnya.*
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar