OKP Sumbar ajak tokoh rajut kembali persatuan dan kesatuan

id Pemilu, OKP Sumbar

Ketua Organisasi Kemasyarakatan Kepemudaan (OKP) HMI, IMM dan PMIi menolak aksi people power saat penetapan hasil pemilu 2019 oleh KPU (ANTARA SUMBAR/ Mario Sofia Nasution)

Padang, (ANTARA) - Sejumlah Organisasi Kemasyaratan Pemuda (OKP) Sumatera Barat mengajak para tokoh nasional bersama-sama merajut kembali persatuan dan kesatuan pascapemilu legislatif dan presiden 2019 yang dapat memicu perpecahan antar anak bangsa.

Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumbar Ahya Rizki di Padang, Senin mengatakan setelah melihat beberapa berkurangnya rasa kekeluargaan pascapemilu dan tidak adanya harmonisasi antara kontestan pemilu dapat memicu perpecahan.

"Kami sebagai generasi muda ingin menjadi pelopor untuk merekatkan kembali persatuan dan kesatuan yang retak akibat pemilu," kata dia.

Terkait persoalan 'people power', ia menilai gerakan tersebut sah secara konstitusi namun jika gerakan itu dilakukan secara inkonstitusional tentu tidak akan didukung.

"Gerakan yang mendelegitimasi KPU sebagai penyelenggara pemilu dan Bawaslu sebagai pengawas. Hal ini tentu tidak dibenarkan," kata dia.

Sementara Ketua Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumbar Wendi Juli Putri menambahkan banyak wacana dimunculkan seperti jika mendukung people power mereka dikatakan pro capres 02 dan jika menolak gerakan people power dikatakan pro capres 01.

"Padahal tidak sesederhana itu karena kami lebih mementingkan persatuan. Jika ada yang tidak menerima sebaiknya melalui jalur yang ada," katanya.

Kemudian PKC PMII Sumbar Robi Indra Saputra mengatakan hendaknya momen hari kebangkitan bangsa ini memicu rasa persatuan dan kesatuan.

Ia mengatakan OKP sebagai patner pemerintah jika ada kecurangan dalam pemilu tentu pihaknya akan menentang dan melawan.

Namun jika seluruh proses pemilu berjalan dengan baik tentu pihaknya ikut mendukung.

Selain itu pihaknya turut berduka cita kematian ratusan petugas KPPS pascapelaksanaan pemilu 2019.

"Kita minta pemilu ini tentu dievaluasi sehingga tidak ada lagi korban dari pelaksanaan pemilu ini ke depannya," kata dia.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar