Pengemudi pemula, kenali karakter jalur mudik

id Mudik,Pantura,Tol trans Jawa,ramadhan 1440 H,sambut ramadhan,tradisi ramadhan,bulan puasa,puasa ramadhan

Gerbang Cikampek Utama yang akan dibuka ketika arus mudik dimulai. (ANTARA/Afut Syafril)

Cilacap (ANTARA) - Momen mudik atau pulang kampung, merupakan hal yang dinanti bagi keluarga di rumah ataupun bagi pemudik itu sendiri.

Namun, banyak persoalan yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi mudik. Jalur mudik ke Jawa adalah salah satu rute paling padat yang ada di Indonesia, bahkan tidak jarang justru mudik menjadi hal yang mengerikan apabila membayangkan macet bahkan kerusakan kendaraan.

Pantai Utara, atau Pantura, jalur utama yang akan menanti ribuan kendaraan lalu lalang setiap harinya ketika masa mudik. Pertanyaan besarnya adalah, bagaimana karakter jalur mudik jika ini adalah perjalanan kendaraan pribadi bagi pemula?

Pilihan Jalur

Tim Antara memantu serta menyusuri beberapa pilihan jalur alternatif secara acak, dengan pertimbangan untuk melihat kondisi jalan terhadap kelayakan kondisi kendaraan.

Apapun itu, persiapan kondisi terbaik kendaraan adalah hal utama.

Jika anda melewati jalur tol Trans Jawa secara penuh keuntungannya adalah, pengemudi akan dipermudah dengan rute yang sederhana di dalam tol, selain itu juga dapat memacu kendaraan lebih cepat melalui jalan bebas hambatan, sehingga akan memangkas waktu lebih cepat.

Kekurangan, tol trans Jawa akan membutuhkan biaya tambahan untuk setiap jalur tolnya, di mana perhitungan perkiraan sekitar Rp370.000 untuk jarak Antara Jakarta hingga Solo.

Jalur arteri Pantura, merupakan jalur klasik mudik di Jawa. Membutuhkan pengalaman jika harus melalui jalur Pantura, sebab banyak pilihan jalur alternatif untuk menghindari adanya hambatan di jalur Pantura, seperti pasar tumpah di daerah Pemalang, Pekalongan dan padatnya warga masyarakat yang berlalu-lalang melintas jalan.

Tim Antara tidak menganjurkan pilihan jalur Pantura untuk pengemudi pemula. Selain itu masih banyak ditemukan jalur alternatif yang tidak memiliki rambu lalu lintas sama sekali seperti area Indramayu hingga alternatif Cirebon. Disarankan menggunakan panduan aplikasi peta digital jika ingin melalui jalur alternatif.

Kelebihan, jalur Pantura memiliki banyak pilihan lokasi wisata, dimulai wisata alam hingga wisata kuliner yang banyak tersaji di sepanjang jalur. Selain itu banyak pilihan tempat beristirahat jika tidak diburu waktu dalam melakukan perjalanan.

Sajian wisata kuliner banyak didapati ketika mulai memasuki Brebes, Tegal, Pekalongan, Pemalang, hingga Semarang. Pilihan biaya akan lebih murah dibandingkan melalui tol trans Jawa.

Karakter Jalan

Jika ingin melalui tol trans Jawa dari Jakarta, ada baiknya pemudik pemula memilih waktu berangkat ketika pagi. Sebab jika belum memahami karakter tol trans Jawa akan menjadi risiko berbahaya ketika menemui jalan bergelombang khas Cipali jika waktu malam.

Karakter jalan tol Cipali adalah memiliki kelokan yang semu, dengan kata lain jalan terlihat lurus saja, tetapi sebenarnya memiliki sedikit belokan, jadi jika tidak waspada kendaraan tiba-tiba berasa sudah ada di tepi jalan.
Kepadatan yang terjadi di ruas tol cikampek (Afut syafril)


Angin menjadi tantangan tersendiri, bagi pengguna mobil SUV dengan bobot mobil ringan, harap berhati-hari dengan angin yang bertiup dari samping, karena area persawahan yang luas hingga tol Pejagan-Pemalang kadang dapat mengurangi keseimbangan mobil apabila berkendara di atas 100 km/jam.

Jalan Pantura atau jalur Pantura mempunyai tantangan tersendiri, jalur ini sempit serta banyak kendaraan berat juga melewati Pantura. Beberapa wilayah seperti Indramayu, Pemalang dan Brebes bahkan ada jalur yang terdiri dari dua lajur berlawanan namun pemisah antara keduanya sangatlah tipis dan pendek, sehingga berpotensi terserempet apabila terlalu ke arah kanan.

Belum lagi permasalahan minimnya penerangan untuk alternatif yang kerap menjadi persoalan. Jalan keluarnya adalah tidak melewati jalur alternatif ketika hari sudah mulai gelap.

Petualangan

Jika tujuan mudik adalah sekaligus menikmati perjalanan sembari singgah dari kota ke kota maka jalur Pantura adalah pilihan yang tepat.

Wisata Pantai akan banyak ditemui setelah melalui Cirebon, Pantai Utara tidak menawarkan pantai pasir putih seperti kebanyakan di pantai selatan, namun cukup menyegarkan mata dan pikiran ketika jenuh melewati jalanan.

Wisata religi, banyak masjid - masjid megah yang ada di jalur Pantura, mulai masjid arsitektur mewah hingga masjid dengan suguhan pemandangan. Salah satu tim Antara kunjungi adalah Islamic Center di Indramayu, di mana di masjid tersebut memiliki arsitektur megah khas Masjid Nabawi dan memiliki pelataran dengan rumput sintetis, nyaman bagi anak-anak untuk bermain sejenak menghilangkan penat.

Tol Trans Jawa tidak banyak menawarkan paket wisata yang nyaman untuk singgah waktu lama, hanya rest area serta pemandangan sepanjang jalan tol. Pemudik dapat memilih tol Trans Jawa jika memang tujuannya hanyalah ingin segera pulang ke kampung halaman. Namun, jika berjiwa petualang, maka akan sedikit bosan melalui tol trans Jawa, karena hanya sawah serta ladang-ladang jagung yang banyak tersaji selain rest area.

Dari kedua jalur baik tol Trans Jawa ataupun Pantura, berdasarkan pantauan tim Antara, secara fisik sudah nyaman dan layak untuk dilewati pemudik pada tahun ini. Hanya saja pada beberapa titik memang layak diwaspadai terutama jalan bergelombang di Tol dan penyempitan jalan di Pantura.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar