Payakumbuh gagas teknologi pengawetan pascapanen

id Sayuran

Berbagai jenis buah-buahan dan sayur-sayuran. (en.wikipedia.org)

Payakumbuh (ANTARA) - Pemerintah Kota Payakumbuh menggagas penerapan teknologi sistem pengawetan pascapanen untuk produk sayuran atau holtikultura

“Untuk membantu para petani, kami berinovasi dalam menangani persoalan pengelolaan sayuran pascapanen dengan menerapkan teknologi sistem pengawetan,” ujar Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi di Payakumbuh, Sabtu.

Menurut Riza sistem pengawetan holtikultura juga merupakan alat pengendali inflasi dimana petani bebas menentukan kapan produk hasil panennya dijual sesuai dengan keinginan petani itu sendiri.

“Misalnya cabe ketika murah diawetkan atau didinginkan tapi kalau sudah naik harganya baru dilepas lagi tanpa merusak kondisinya, itu bisa tahan untuk 3 minggu dan biasanya harga sudah baik lagi setelah beberapa hari,” tutur Riza.

Alumni ITB itu menjelaskan sistem pengawetan sayuran ini melalui proses riset yang tepat guna.

"Jadi dipastikan bisa mendinginkan sayuran sesuai dengan karakter masing masing produk sehingga tidak merusak produk itu sendiri," ujarnya.

Ia mengatakan setelah teknologi sistem pengawetan ini diterapkan tentunya akan menguntungkan petani.

“Teknologi ini juga bisa dipakai untuk Jeruk Gunuang Omeh misalnya,” pungkas Riza.

Menurut Petani padi di Payakumbuh, Edwar teknologi sistem pengawetan ini masih belum banyak yang mengembangkan padahal sangat bermanfaat.

"Jika ini terwujud di Payakumbuh maka akan memperpanjang waktu persediaan pangan dan memudahkan distribusi," ujarnya.*
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar