Ulama ajak masyarakat jaga situasi dengan aman terkait proses Pilpres

id Pemilu,Pilpres,Hasil Pilpres

Rakapitulasi perhitungan suara di KPU Pasaman Barat beberapa waktu lalu berjalan dengan aman dan lancar. Masyarakat diajak untuk mengikuti proses yang ada dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan berdemokrasi

Simpang Empat (ANTARA) - Salah seorang ulama di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Syawal Syuro mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi dengan aman terkait persoalan ganjang-ganjing Pemilihan Presiden saat ini.

"Kepada masyarakat diharapkan jangan terpancing dengan isu-isu yang akan dapat memecah belah bangsa seperti isu people power dan lain sebagainya. Mari jaga negeri kita ini supaya aman, tentram dan damai," katanya di Simpang Empat, Jumat.

Menurutnya dalam Pemilihan Umum tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Meskipun nanti ada ditemukan kejanggalan atau kecurangan maka tempuhlah jalur yang sudah ditentukan.

"Ikuti saja mekanisme yang ada. Dalam berdemokrasi semuanya ada mekanisme. Jika tidak puas dengan hasil Pemilu nantinya maka gugatan melalui Mahkamah Konstitusi bisa dilakukan," ujarnya.

Ia mengajak semua pihak untuk menghormati proses yang ada saat ini. Jangan memunculkan isu yang nantinya dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saat ini rekapitulasi perhitungan suara di KPU pusat sedang berlangsung. Ikuti saja prosesnya dan jika ada kejanggalan maka perlihatkan saat rekapitulasi," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar jangan mudah terpancing dengan isu yang dapat memecah belah bangsa.

"Mari kita ikuti proses yang ada. Biarkan penyelengara bekerja. Jika ada kejanggalan sampaikan dan buktikan. Hormati proses yang ada," ajaknya.

Masyarakat diharapkan dapat menunggu hasil resmi pengumuman dari KPU pada 22 Mei nanti.

"Saling klaim kemenangan tentu sah-sah saja dalam Pemilu. Resminya tentu dari KPU. Kita sebagai warga mari jaga persatuan dan kesatuan yang ada. Jangan mudah percaya dengan berita hoak," imbaunya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar