Ini tujuan Wawako Solok jadikan masjid sebagai pusat kegiatan pemuda

id Reinier,solok,sumbar,safari ramadhan

Wakil Wali Kota Solok, Reinier saat mengunjungi masjid Raudhatul Jannah di Kelurahan Pasar Pandan Aia Mati, Solok, Selasa malam. (Antara Sumbar/Tri Asmaini)

Solok, (ANTARA) - Wakil Wali Kota Solok, Sumatera BaratReiniermenginginkan masjid menjadi pusat kegiatan generasi muda seperti berdiskusi, belajar, bahkan rapat di dalam masjid sehingga memunculkan kecintaan terhadap rumah ibadah.

"Sudah seharusnya masjid menjadi pusat kegiatan generasi muda agar hati mereka terpaut dengan masjid," kata dia saat kunjungan tim safari Ramadhan ke Masjid Raudhatul Jannahdi Solok, Selasa malam.

Ia menyebutkan di era modern sekarang ini pihaknya mengkhawatirkan kenakalan remaja mempengaruhi pemuda-pemudi di daerah setempat. Apalagi perkembangan teknologi mempengaruhi kebiasaan generasi muda pada masa ini.

Jadi jika para generasi muda terbiasa melakukan kegiatan positif di masjid, maka mereka akan terhindar dari kenakalan remaja.

"Para pemuda pemudi hendaknya selalu didekatkan dengan masjid. Sehingga akhlaknya terbentuk semakin baik dan tidak mudah terpengaruh oleh hal buruk dari perubahan zaman," ujarnya.

Ia mengajak para orang tua agar membiasakan anak-anak sejak kecil dibawa terus ke masjid, sehingga mereka bersahabat dan terbiasa dengan masjid.

"Jangan sampai anak-anak merasa asing dengan masjid. Mereka hendaknya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan mulai dari bercengkerama, berolahraga di lingkungannya, tidak hanya sebagai tempat ibadah saja," sebutnya.

Ia juga mengimbau agar para pemuda tidak terlalu malam berkeliaran setelah tarwih sehingga tidak timbul kegiatan negatif.

Sementara itu seorang guru SMPN 2 Kota Solok, Nurul Baiti menyampaikan agar kegiatan malam bina iman dan takwa (Mabit) untuk pelajar dapat dievaluasi kembali.

Ia berharap selain menjadi kegiatan untuk pelajar memperbaiki akhlak dan ibadahnya, menurutnya mabit hendaknya juga kembali dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Sekolah sehingga siswa termotivasi mengikuti kegiatan mabit.

"Kedatangan Kepala dinas atau wakilnya akan menjadi motivasi bagi siswa untuk semakin baik dalam bersikap dan berprestasi, sebab mabit tidak hanya belajar agama tapi juga perbaikan sikap dari tauladan di sekitar," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar