Pembangunan Pasar Pariaman masuki masa lelang

id Pasar Pariaman,Pemkot Pariaman,Pembangunan Pasar Pariaman

Salah seorang pekerja membawa besi bekas bangunan Pasar Pariaman di Kota Pariaman, Sumatera Barat untuk dikumpulkan, Jumat (29/3). (Antara Sumbar/Aadiaat M. S)

Pariaman (ANTARA) - Pembangunan Pasar Pariaman di Kota Pariaman, Sumatera Barat, telah memasuki masa lelang untuk manajemen kontruksi yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp3,3 miliar.

"Pembangunanya tinggal menunggu proses di kementerian," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Pariaman Asrizal di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan pembangunan tersebut dikerjakan tahun jamak karena sempitnya waktu pelaksanaan dalam tahun ini.

Apalagi dana yang digunakan besar yaitu lebih dari Rp100 miliar sehingga memakan waktu yang lama.

Meskipun saat ini telah memasuki masa lelang untuk manajemen kontruksi, lanjutnya namun untuk tender pembangunan fisik bisa membutuhkan waktu satu bulan bahkan lebih.

Ia menyampaikan untuk pembangunan pasar tersebut pihaknya telah menyelesaikan persiapan mulai dari pembongkaran pasar, pembangunan pasar sementara hingga kajian tentang analisis mengenai dampak lingkungan.

"Hal tersebut telah kami rampungkan, dan hal ini sesuai dengan yang diinginkan oleh Kementerian PUPR," katanya.

Pihaknya berharap proses di Kementerian PUPR tidak mengalami kendala berarti sehingga pembangunan Pasar Pariaman dapat segera dikerjakan.

Sebelumnnya perobohan Pasar Pariaman di Kota Pariaman, Sumatera Barat hampir rampung sehingga dalam waktu dekat dapat dibangun kembali menggunakan dana senilai Rp120 miliar dari APBN.

"Setelah perobohan selesai maka tinggal pemerintah pusat yang bekerja untuk membangunnya kembali," kata Walikota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Jumat (29/3)

Ia mengatakan saat ini pembangunan pasar tersebut masih dalam tahap administrasi di pemerintah pusat sehingga apabila hal itu telah selesai maka pembangunan dapat dilakukan.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar