Pemkot Solok bentuk 12 tim ramadhan serap aspirasi masyarakat

id Safari Ramadhan

Kabag Humas Setda Kota Solok, Nurzal Gustim. (Antara Sumbar/ Tri Asmaini)

Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota Solok membentuk 12 tim safari ramadhan yang akan mengunjungi 50 masjid di daerah itu dalam rangka menyerap aspirasi dan saran pembangunan dari masyarakat tersebut.

"Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya Pemerintah daerah dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat selalu melakukan kunjungan melalui tim ramadan," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kota Solok, Nurzal Gustim di Solok, Senin.

Ia menyebutkan pada 2019 ini dibentuk 12 tim yang akan mengunjungi 50 masjid dan tiga masjid tambahan akan dikunjungi tim safari ramadhan Provinsi.

Nantinya, dalam satu tim ramadan terdiri dari beberapa Kepala Dinas, Kepala BUMN atau BUMD, Sekretaris Dinas, Mubaligh, Tokoh adat dan wartawan.

Selain silaturahim, kunjungan tim ramadan juga dimaksudkan untuk menerima masukan, asiprasi dari masyarakat, baik yang menyangkut penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan guna mengetahui dan mendengar secara langsung persoalan yang terjadi.

"Saran dan masalah yang dihadapi sebagai bahan untuk dibicarakan dan dicari solusinya di tingkat pemerintah," ujarnya.

Nurzal juga menyebutkan tim ramadhan juga akan menyalurkan bantuan Rp3 juta untuk setiap masjid yang dapat digunakan sebagai honor penceramah selama Ramadhan.

Sementara itu, Wali Kota Solok, Zul Elfian saat pembekalan tim ramadan, mengatakan seluruh tim ramadan diharapkan menjalin silaturahmi dan menjemput aspirasi masyarakat serta mendengar keluhan masyarakat.

"Tim juga harus menyampaikan capaian pembangunan di Kota Solok dari berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih," sebutnya.

Pada bidang keagamaan tim diharapkan mengingatkan kepada masyarakat tentang program pemerintah tentang magrib mengaji dan Subuh berjamaah.

Ia mengajak agar masyarakat mempergunakan kesempatan yang baik ini untuk melakukan ibadah puasa, salat fardhu, salat sunnah tarawih dan witir dengan lebih maksimal serta memperbanyak sadaqah dan membaca alquran.

Menurutnya, ramadan adalah bulan dimana mendidik diri untuk disiplin, jujur, sabar serta mampu mengendalikan hawa nafsu.

"Ramadhan hendaknya juga mendidik kita untuk selalu hidup sederhana, jauh dari berfoya-foya dan perbuatan mubazir sebab masih banyak saudara sesama muslim yang kesulitan untuk makan," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar