Masyarakat Nagari Selayo Tanang minta bantuan perbaikan masjid

id TSR Kabupaten Solok

Pengurus masjid menerima bantuan dari tim XI safari Ramadhan Kabupaten Solok. (Antara Sumbar/ Tri Asmaini)

Arosuka, (ANTARA) - Masyarakat Nagari Selayo Tanang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat meminta bantuan perbaikan dan renovasi masjid kepada pemerintah setempat.

Pengurus Masjid Al Ihsan, Ardi Pono, di Selayo Tanang, Jumat malam memyampaikan jika masjid Al Ihsan membutuhkan bantuan untuk perbaikan dan renovasi masjid karena kondisi bangunan yang tua dan tidak kondusif lagi.

"Saya berharap tim safari ramadhan dapat menyampaikan ke pemerintah daerah untuk membantu pembangunan dan renovasi masjid yang Rencana Anggaran Belanja (RAB) nya sekitar Rp3,7 miliar," katanya saat kedatangan tim XI safari ramadhan Kabupaten Solok.

Menurutnya kubah masjid, beberapa sudut masjid, dan bangunan sudah terlalu tua dan tidak layak lagi meskipun masih bisa digunakan.

"Alhamdulillah meskipun begitu masjid kami cukup ramai jamaahnya sehingga hendaknya harus direnovasi agar masyarakat lebih nyaman beribadah," ujarnya.

Tim XI safari ramadhan Kabupaten Solok, kemudian menyerahkan bantuan Rp10 juta untuk pembangunan dan kegiatan masjid, dan jam digital ukuran besar kepada pengurus masjid Al-Ihsan

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Yandra sebagai wakil ketua I mengatakan kunjungan tersebut selain memberikan bantuan juga untuk menyampaikan program pembangunan Kabupaten Solok dan menerima aspirasi dari masyarakat.

"Selain itu, sebagai ajang silaturahmi dan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat pada bulan ramadhan ," ujarnya.

Pihaknya juga akan menyampaikan usulan pengurus masjid dan masyarakat untuk membantu renovasi dan pembangunan masjid tersebut.

Pada kesempatan itu, Ia juga menyampaikan beberapa pesan Bupati untuk mendekatkan diri kepada Allah selama bulan ramadhan.

Para orang tua diharapkan menjaga, mengawasi, dan mendidik anak-anak agar terhindar dari narkoba, pergaulan bebas, LGBT, dan hal-hal terlarang lainnya, sebutnya.

Menurutnya, setiap nagari harus melaksanakan Adat Bersandi Syarak Syarak Bersandi Kitabullah, untuk membina adat dan perilaku kemenakan agar tidak terjerumus pada hal yang tidak diinginkan. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar