Peran Masyarakat Efektif Tangani Narkoba dan LBGT

id safari ramadhan

Wakil gubernur Sumbar Nasrul Abit serahkan bantuan di Pariaman. (ANTARA SUMBAR/ Miko Elfisha)

Pariaman (ANTARA) - Peran masyarakat untuk mengamati dan mengawasi situasi lingkungan tempat tinggal bisa lebih efektif untuk meminimalkan penyebaran narkoba dan perilaku menyimpang Lesbian Gay Biseksual Transseksual (LGBT), kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit.

"Di Sumbar ada yang dikenal dengan parik paga dalam nagari atau masyarakat yang berperan untuk membentengi daerah dari pengaruh buruk, yang bisa diaktifkan kembali untuk meminimalkan narkoba dan LGBT," katanya di Pariaman, Jumat.

Ia mengatakan itu dalam kegiatan safari ramadhan di Masjid Raya Kampung Baru, Pariaman.

Menurutnya selama ini pola pemberantasan narkoba adalah dari atas melalui peran pemerintah dan penegak hukum.

Upaya maksimal dilakukan agar barang haram itu tidak berdampak buruk pada generasi muda Indonesia. Banyak pengedar yang tertangkap, namun selalu muncul lagi.

Karena itu, ia menilai selain peran dari "atas" tersebut, perlu upaya lain dari "bawah", yaitu dari masyarakat dengan cara pengawasan lingkungan tempat tinggal sendiri.

Kecurigaan tentang adanya peredaran narkoba atau perilaku LGBT, bisa segera dideteksi sejak dini dan diantisipasi sehingga tidak menyebar.

Kerjasama antara masyarakat dengan penegak hukum akan lebih efektif untuk mempersempit ruang gerak pengedar atau LGBT di daerah hingga pengaruh negatif bisa diminimalkan.

Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan pihaknya telah menggagas program satu penyuluh agama untuk satu desa atau kelurahan. Mereka diharapkan bisa menjadi ujung tombak dalam hal memberikan pemahaman dampak negatif narkoba dan LGBT.

Dengan masyatakat yang memiliki pemahaman, penanganan narkoba dan LGBT dari "atas" dan dari "bawah" bisa terlaksana dengan baik.***
Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar