Menjerit harga sawit rendah, petani asal Pasaman minta gubernur carikan investor pabrik

id petani sawit pasaman, gubernur, investor pabrik

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menerima aspirasi masyarakat saat melaksanakan safari ramadhan ke Pasaman. (ANTARA SUMBAR/ist)

Padang (ANTARA) - Petani sawit di Kabupaten Pasaman meminta Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mencarikan investor pabrik pengolahan agar harga komoditas itu bisa lebih baik dan stabil.

"Harga tandan buah segar sawit saat ini Rp750 per kilogram. Itu jauh dari harga keekonomian Rp1.200 per kilogram. Petani menjerit, pak" kata tokoh masyarakat Tigo Nagari Pasaman, Martias di Pasaman, Jumat.

Ia mengatakan itu saat bertemu muka dengan gubernur dalam kegiatan Safari Ramadhan Pemprov Sumbar.

Akibat harga yang sangat rendah itu, banyak kredit motor petani sawit yang tidak terbayar dan ditarik oleh dealer, hutang pun bunga berbunga.

Menurut Martias, penyebab harga sawit sangat rendah karena tidak ada pabrik pengelolaan sawit di Tigo Nagari bahkan di Pasaman sehingga komoditas harus di jual keluar.

"Tigo Nagari adalah satu-satunya lumbung sawit yang tidak punya pabrik, padahal lahan kebun sawit mencapai 15.000 hektare milik masyarakat tidak perusahaan,"ujar Martias.

Sebagian besar petani sawit menjual ke pabrik di Agam dan di Pasaman Barat dengan biaya distribusi yang cukup besar sementara harga beli rendah.

"Mohon pak gubenur mencarikan atau merekomendasikan investor pabrik sawit untuk Tigo Nagari. Lahannya tersedia,"ujar Martias.

Selama ini investor telah banyak yang datang, tapi masyarakat menilai kelas mereka baru investor abal-abal.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memaklumi soal rendahnya harga sawit berdampak pada geliat ekonomi masyarakat di Tigo Nagari.

"Harga sawit dipengaruhi harga pasar dunia. Tapi untuk pabrik saya akan minta Asisten II untuk menjajaki investor pabrik, asal lahan tersedia dan aman," katanya.

Safari Ramadhan Tim Sumbar Satu yang dipimpin gubernur mengunjungi Masjid Nurul Huda Kampung Anau, Nagari Ladang Panjang Tigo Nagari Pasaman.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar