Dilipas Liverpool, media Spanyol kompak damprat Barcelona

id Liverpool vs Barcelona,Barcelona tersingkir, semifinal Liga Champions

Fans Barcelona menangis karena harus menyaksikan tim kesayangannya terpental dari Liga Champions setelah Liverpool membalikkan keadaan dengan sensional di Anfield, Rabu dini hari tadi. (Action Images via Reuters/CARL RECINE)

Jakarta (ANTARA) - Media massa Spanyol dan Katalunya seperti tidak bisa memaafkan kekalahan 0-4 Barcelona atas Liverpool pada semifinal Liga Champions yang mencegah mereka mendapatkan satu tempat ke final turnamen ini karena Liverpool telah menghapus keuntungan 3-0 pada leg pertama pekan lalu.

"Hal memalukan terbesar sepanjang masa," tulis koran berbasis di Barcelona, Sport, dalam headline-nya, setelah tersisih dalam agregat 3-4. Koran ini menambahkan, "Barca menulis halaman tergelap dalam sejarah mereka."

"Kegagalan bersejarah," tulis Marca seraya merangkai semua faktor keuntungan Barca sebelum pertandingan leg kedua itu yang malah mempedalam skala kekalahan mereka dan membuat pupus peluang Lionel Messi mengangkat trofi Eropa yang sudah terang menjadi sasarannya pada awal musim ini.

"Mereka sudah unggul 3-0, bintang-bintang Liverpool cedera, liga sudah dijuarai, finalnya di Madrid, Real Madrid sudah tersingkir dan mereka memiliki pemain terbaik di dunia," tulis Marca.

Pengalaman di Anfield itu sama dengan nasib serupa yang dialami Barca musim lalu ketika takluk kepada AS Roma dalam perempatfinal ketika mereka terdepak karena selisih gol tandang menyusul kekalahan 0-3 pada leg kedua di Italia setelah memimpin 4-1 pada leg pertama.

Koran Katalanyu, Mundo Deportivo, juga membahas rasa malu luar biasa itu dan mengecam tim asuhan Ernesto Valverde yang lunglai saat terjadi gol keempat yang dicetak Divock Origi hasil ancangan pikiran cepat Trent Alexander-Arnold yang mengeksekusi sepak pojok.

"Gol konyol yang kemasukan dari sepak pojok akan menjadi batu nisan tim ini yang mengulangi kesalahan di Roma," tulis surat kabar itu.

Luis Suarez dan Sergio Busquets kontan meminta maaf kepada fans setelah laga ini, seperti dilakukan Valverde yang posisinya dalam bahaya besar kendati sukses mempersembahkan gelar juara liga domestik.

"Liga Champions terlalu besar untuk Valverde," tulis editorial koran Sport.

"Tak diragukan lagi Valverde menanggung tanggung jawab besar atas bencana ini, karena ketika momen kebenaran tiba dia malah membuat kesalahan yang sama seperti tahuh lalu," sambung Sport.

Para pemain Barcelona tak luput dari kemarahan media massa Spanyol.

Marca yang biasanya memperingkat pemain berdasarkan satu sampai tiga bintang, kali ini sama sekali tidak memberikan bintang kepada tujuh starting eleven Barca. Bahkan gelandang Ivan Rakitic dan Philippe Coutinho dinilai nol, demikian Reuters.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar