Pasar Pabukoan Payakumbuh diisi 140 pedagang

id Pasar Pabukoan,Payakumbuh,Riza Falepi

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi saat mengunjungi Pasar Pabukoan Kota Payakumbuh (ANTARA SUMBAR/Syafri Ario)

Payakumbuh (ANTARA) - Pasar Pabukoanatau pasar khusus menjual menu berbuka puasa KotaPayakumbuh, Sumatera Barat yang berlokasi di Jalan Sutan Oesman diisi sebanyak 140 pedagang.

“Itu hasil dari pertemuan kami beberapa hari lalu dengan calon pedagang dan dilakukan lotting untuk menentukan posisi lapak mereka,” kata Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Payakumbuh, Herlina di Payakumbuh Rabu.

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mengatakan dengan beroperasinya pusat Pasar Pabukoan di daerah itu akan mempermudah masyarakat menemukan takjil untuk berbuka puasa.

Pasar yang terletak tidak jauh dari Tugu Adipura itu sejak dulu memang selalu disulap menjadi pusat pasar pabukoan skala kota.

“Manfaatkanlah pasar pabukoan ini dengan baik. Nikmatilah segala kuliner yang tersedia. Selama sebulan ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu saat mengunjungi lapak pedagang wali kota juga mengingatkan agar para pedagang menjaga kehalalan, keamanan dan kehigienisan jajanan mereka dan mengatur jam berjualan.

“Tolong jaga keamanan dan kebersihan makanan pabukoan ini, jangan pakai zat macam-macam seperti formalin, boraks karena yang akan memakan adalah sanak saudara kita semuanya," ujarnya.

Tampak dua hari puasa pasar pabukoan tersebut sudah ramai dipadati oleh masyarakat yang membeli takjil.

Berbagai ragam makanan dan jajanan khas pabukoan tersedia, mulai dari kolak, es tebak, lapek bugih, lamang tapai, cendol hingga lauk pauk.

Disamping itu juga ada beragam olahan sayuran seperti sayuran lotek, gado-gado anyang tersedia di pasar musiman setiap bulan Ramadhan itu.

Pengunjung Pasar Pabukoan Novri mengatakan jajanan untuk berbuka di pasar tersebut menggugah selera dan pilihannya banyak.

“Dua kali berbuka saya selalu beli di sini karena kita bisa memilih dan murah,” kata warga Limbukan tersebut.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar