Bupati Muzni Zakaria akan hormati proses hukum di KPK

id muzni zakaria,solok selatan,sumbar,kpk

Bupati Muzni Zakaria akan hormati proses hukum di KPK

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria. (ANTARA SUMBAR/Erik Ifansyah Akbar)

Padang Aro, (ANTARA) - Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat Muzni Zakaria mengatakan bahwa ia menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya pasti taat hukum dan sangat menghormati proses hukum di KPK yang sedang berjalan serta siap memberikan keterangan," katanya di Padang Aro, Senin.

Sebagai warga yang taat hukum katanya, ia siap menjalani prosesnya dan ini sudah dianggapnya sebagai jalan hidup yang harus ia diterima.

Dia meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga masyarakat setempat untuk bersabar dan tidak terpancing memberikan pernyataan-pernyataan yang tidak perlu serta menjaga kebersamaan.

"Kebersamaan kita jangan sampai terganggu dan goncang karena ini merupakan cobaan dari ALLAH dimana saya harus ikhlas menerimanya," katanya.

Saat memimpin apel pagi di halaman kantor bupati setempat Muzni Zakaria meminta doa agar semuanya berjalan dengan sebaik-baiknya.

"Sampai saat ini saya masih menjalankan tugas dan tanggung jawab seperti biasanya," ujarnya.

Dalam menyambut bulan Ramadhan Muzni Zakariamenyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh ASN di kabupaten itu.

"Atas nama Bupati dan juga keluarga, dalam menyambut bulan suci Ramadhan ini saya memohon maaf kepada kita semua. Permohonan maaf juga saya sampaikan atas terganggunya kita semua atas kejadian yang menimpa saya," ujarnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penggeledahan di rumah Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat yang berada di Kota Padang, pada 25 April.

KPK menyita sejumlah dokumen dari penggeledahan yang dilakukan di rumah pribadi Bupati Solok Selatan tersebut.

"Benar ada kegiatan penggeledahan oleh tim KPK, prosesnya tentu sudah di tingkat penyidikan. Dari lokasi disita dokumen-dokumen terkait proyek," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Namun Febri belum bisa menjelaskan lebih lanjut baik perkara dan tersangka terkait kasus di Solok Selatan itu. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar