Meniru Green Ramadhan di Kabupaten Agam

id Bupati

Bupati Agam Indra Catri (ANTARA SUMBAR/ist)

Lubuk Basung (ANTARA) - Ada yang berbeda dengan Ramadhan 1440 H kali ini di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Mengikuti arahan dari Bupati Agam Dr. H. Indra Catri, penyelenggaraan ibadah Ramadhan 1440 H di Kabupaten Agam akan memulai memperkenalkan konsep Green Ramadhan.

Konsep Green Ramadhan ini bertujuan untuk menggunakan momentum Ramadhan untuk tidak hanya beribadah secara langsung kepada Allah SWT, namun juga terimplikasi dalam cerminan kehidupan sehari-hari. Selain itu konsep Green Ramadhan ini juga dipandang penting sebagai salah satu upaya mencegah dan mengatasi problem kebersihan dan sampah di masa yang akan datang.

Kepala Bagian Humas Setda Agam, Tommy TRD dalam keterangan persnya menjelaskan, konsep ini hadir dari Bupati Agam setelah bersama kepala OPD mempelajari salah satu paparan dari DK Wardhani, salah satu penulis buku yang aktif dalam tema kepedulian lingkungan. Konsep Green Ramadhan itulah yang akan coba dimulai untuk pertama kalinya pada Ramadhan 1440H ini.

Pemerintah Kabupaten Agam nantinya akan menetapkan beberapa indikator penilaian antara lain pengurangan jumlah pemakaian kantong plastik, ketersediaan tempat sampah terpisah, dan kebersihan lingkungan.

Indra Catri ketika dimintai konfirmasi menjelaskan bahwa penerapan konsep Green Ramadhan di Kabupaten Agam pada tahun ini, merupakan langkah baru yang sekaligus merupakan tindak lanjut dari beberapa program peduli lingkungan yang sebelumnya sudah berjalan di Kabupaten Agam.

"Penerapan konsep Green Ramadhan ini dipilih untuk dilaksanakan karena momentnya yang bertepatan dengan datangnya bulan Ramadhan, sehingga diharapkan program peduli kebersihan dan lingkungan yang kami terapkan di Agam dapat berjalan seiring dengan ibadah umat muslim di bulan Ramadhan untuk hasil yang semakin maksimal", terangnya.

"Untuk mendukung pelaksanaannya, agar lebih familiar oleh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Agam menyiapkan beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi hingga penyelenggaraan lomba dengan kategori khusus Green Ramadhan bagi pasar-pasar yang menjual takjil atau pabukoan", lanjut Indra Catri.

Indra Catri berharap penerapan konsep Green Ramadhan untuk pertama kalinya ini bisa menjadi barometer baru bagi penyelenggaraan ibadah bulan Ramadhan di Kabupaten Agam, serta bisa menjadi percontohan bagi daerah lain yang juga peduli terhadap lingkungan. (Rel)
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar