KIM Padang Panjang berperan bentuk masyarakat cerdas informasi

id KIM Padang Panjang

Sosialisasi KIM bagi warga di Padang Panjang dengan tujuan membentuk warga cerdas informasi. (Diskominfo Padang Panjang)

Padang Panjang, (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang menyosialisasikan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) untuk meningkatkan pemahaman warga setempat mengenai penyebarluasan informasi sehingga mampu mengambil manfaatnya.

Sosialisasi dilakukan dalam dua tahap yaitu bagi organisasi atau komunitas di Padang Panjang Barat pada Senin(29/4) dan di Padang Panjang Timur pada Selasa (30/4).

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Padang Panjang Yuliati di Padang Panjang, Selasa, mengatakan KIM merupakan mitra pemerintah yang berasal dari warga setempat berperan menghubungkan informasi pemerintah kepada warga lain di sekitarnya.

Sesuai Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, pemerintah berkewajiban menyampaikan informasi seputar jalannya program di daerah kepada masyarakat.

KIM, ujarnya, memiliki peran agar informasi tersebut sampai kepada masyarakat. Hal itu diharapkan dapat menangkal hoaks dan membentuk masyarakat cerdas informasi.

"Karena pentingnya peran KIM maka perlu dilakukan pemberdayaan KIM sebagai mitra pemerintah dalam penyebarluasan informasi kebijakan maupun capaian pembangunan di daerah," katanya.

Di samping sebagai penyampai informasi dari pemerintah, KIM diharapkan pula dapat menampung harapan dari masyarakat untuk diteruskan kepada pemerintah daerah.

Beberapa kelompok atau komunitas yang telah terbentuk di Padang Panjang yaitu Generasi Pesona Indonesia (GenPi), komunitas penyandang disabilitas dan lainnya.

Kasi Pengelolaan Informasi Publik (PIP) Diskominfo Sumbar Ibnu Sectio Caisaria mengatakan pembentukan KIM merupakan salah satu cara efektif menyebarkan informasi dan menangkal hoaks.

Menurutnya pemberdayaan dan pembentukan KIM di daerah perlu dikembangkan dengan segera karena bagi pemerintah KIM dapat berperan sebagai mitra dialog untuk merumuskan kebijakan publik, membantu pemberdayaan dan lainnya.

"Anggota KIM adalah para warga di daerah sehingga untuk membentuknya perlu pula keaktifan dari masyarakat," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar