Kejari Solok musnahkan barang bukti 73 kasus kejahatan yang telah inkrah

id Pemusnahan Barang Bukti,Kejari Solok

Kajari Solok Aliansyah didampingi Sekda Rusdianto, Kapolres serta Dandim melakukan pemusnahan barang bukti di kantor Kejaksaan Negeri Solok. (Antara Sumbar/Tri Asmaini)

​​​​​​​Solok (ANTARA) - Kejaksaan Negeri Solok, Sumatera Barat, memusnahkan barang bukti dari 73 kasus kejahatan sepanjang 2017-2018 yang telah berkekuatan hukum tetap atau berstatus Inkrah dari pengadilan setempat.

"Barang bukti yang dimusnahkan di antaranya narkoba jenis ganja sebanyak 9.635 gram yang berasal dari 28 perkara, sabu-sabu sebanyak 78,8 gram dari 38 perkara serta sejumlah obat ilegal yang berasal dari satu perkara," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Solok, Aliansyah di Solok, Senin.

Kemudian ada 11 pucuk senjata api rakitan beragam jenis dan 32 butir amunisi. Uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 179 lembar, serta empat unit mesin "jackpot" dan 726 koinnya.

Pemusnahan diawali dengan pemotongan senjata api rakitan laras panjang dan jenis pistol. Semua senjata dimusnahkan dengan cara dipotong dengan mesin sehingga tidak bisa lagi digunakan. Potongan bersama amunisi diamankan oleh pihak terkait.

Sementara barang bukti berupa uang palsu, mesin jackpot, narkoba dan obat-obatan dimusnahkan dengan cara dibakar. Bau menyengat membumbung dari asap pembakaran yang dicampur dengan minyak tanah.

Ia mengatakan pemusnahan barang bukti perkara kejahatan dilakukan berdasarkan perintah dari pengadilan seiring dengan telah diputusnya perkara atau telah berkekuatan hukum tetap.

"Semua barang bukti perkara telah memiliki kekuatan hukum tetap dari pengadilan pada semester pertama 2019 dan langsung kami lakukan pemusnahan," ucap Aliansyah didampingi Kasi Pidum Ridwan serta jajaran kejaksaan lainnya.

Pihaknya berharap, tindakan represif terhadap barang bukti kejahatan itu mengingatkan semua pihak akan bahaya berbagai kejahatan, terutama kejahatan narkoba dan jenis lainnya.

Untuk itu, upaya preventif atau pencegahan perlu dilakukan sehingga angka kejahatan di wilayah Solok bisa ditekan.

Bahkan, imbuhnya Kejaksaan Negeri Solok juga melakukan langkah pencegahan dengan melakukan penyuluhan dan penerangan hukum terhadap masyarakat dan pelajar.

Sementara itu, Sekda Kota Solok Rusdianto mengatakan pemusnahan barang bukti perkara kejahatan merupakan bentuk transparansi penegakan hukum dari hulu hingga ke hilir.

"Mungkin selama ini banyak masyarakat yang bertanya-tanya tentang barang bukti kejahatan dan kegiatan pemusnahan ini akan menjawab keraguan masyarakat," ujarnya.

Rusdianto mengakui khusus Kota Solok angka kejahatan narkoba masih cukup tinggi dengan bukti banyaknya kasus narkoba yang telah diungkap oleh pihak kepolisian

"Tentunya, ancaman tersebut menjadi tantangan semua pihak," tegasnya.

Kondisi tersebut, menurutnya tidak terlepas dari lokasi kota yang berada di persimpangan utama lalu lintas Sumatera sehingga berbagai potensi kejahatan seperti keluar masuknya narkoba sangat tinggi.

"Ini adalah tanggung jawab kita, masyarakat bersama dengan pihak terkait. Selain penindakan, upaya pencegahan atau preventif sangat perlu dilakukan terutama penyuluhan bahaya, konsekuensi hukum sehingga calon pelaku berpikir dua kali untuk melakukan kejahatan," tuturnya.

Proses pemusnahan disaksikan langsung Kajari Solok Aliansyah, Kapolres Solok kota AKBP Dony Setiawan, Dandim 0309 Solok, Sekda kota Solok, Ketua Bundo Kanduang dan LKAAM kota Solok serta puluhan pelajar.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar