Padang Pariaman upayakan insentif pendamping PKH Rp1 juta per bulan

id program keluarga harapan ,Ali Mukhni

Bupati Padang Pariaman, Sumbar Ali Mukhni (tengah) berfoto bersama dengan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan pendamping program keluarga harapan, Kamis (18/4). (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M.S)

Parit Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengupayakan meningkatkan uang insentif untuk pendamping program keluarga harapan (PKH) dari Rp500 ribu menjadi Rp1 juta per bulan.

"Dinas terkait saya minta buat propasal, nanti anggaran insentif tersebut dimasukkan ke dalam anggaran perubahan 2019," kata Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Senin.

Insentif tersebut diberikan kepada 66 pendamping PKH di Padang Pariaman yang selama ini membantu pemerintah setempat dalam mengentaskan kemiskinan di daerah itu.

Menurutnya besaran dana untuk insentif pendamping PKH tersebut tidak besar karena tidak memakan anggaran Rp1 miliar.

"Hanya Rp66 juta satu bulan, kali 12 bulan," katanya.

Ia mengatakan pemberian insentif tersebut agar pendamping PKH dapat bekerja lebih baik lagi dalam mendampingi pemenerima manfaat.

"Mereka mengunjungi warga setiap harinya jadi wajar diberikan insentif," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Padang Pariaman Riko Kurniawan menyambut baik peningkatan insentif tersebut.

"Sebelumnya kami diberikan insentif oleh Pemkab Padang Pariaman Rp400 ribu per bulan selama tujuh bulan," kata dia.

Namun, lanjutnya semenjak awal 2019 Pemkab Padang Pariaman meningkatkan dana insentif menjadi Rp500 ribu perbulan untuk 12 bulan.

Ia menyampaikan insentif tersebut dapat membantu pihaknya untuk transportasi menuju rumah keluarga penerima manfaat. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar