Pengunjung Indonesia Science Day dapat mencoba instrumen pencitraan otak

id isd 2019,teknologi EEG ,Pusat Neurosains Uhamka,pencitraan otak

Gerai Pusat Neurosains Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) di Indonesia Science Day (ISD) 2019 di TMII di Jakarta, Jumat (26/4/2019). (Uhamka)

Jakarta (ANTARA) - Para pengunjung Indonesia Science Day 2019 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dapat mencoba instrumen pencitraan otak terbaru yang dipamerkan di gerai Pusat Neurosains Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka).

Instrumen tersebut, menurut siaran pers Pusat Neurosains Uhamka di Jakarta, Minggu, menggunakan teknologi elektroensefalografi (EEG) yang merekam aktivitas elektrik otak melalui sepanjang kulit kepala dan mengukur fluktuasi tegangan yang dihasilkan oleh arus ion di dalam neuron otak.

Indonesia Science Day (ISD) 2019 diadakan pada 25 sampai 28 April 2019 di Gedung Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan Teknologi (PP-Iptek) TMII Jakarta.

Dengan teknologi EEG itu, menurut Kepala Pusat Neurosains Uhamka dr. Rizki Edmi Edison, PhD, dapat dianalisis aktivitas elektrik spontan dari otak, misalnya respons pengunjung pada peringatan kesehatan pada sebungkus rokok yang dinilai dengan teknologi eye tracker.

Pusat Neurosains Uhamka, ujar dia bekerja sama dengan CTech Labs Edwar Technology juga sedang mengembangkan alat pencitraan otak yang bersifat real-time (seketika), non-invasif (tanpa memasukkan alat ke dalam tubuh), praktis dan mobile (bergerak).

Pengembangan alat pencitraan otak ini, kata dia akan mampu memberikan pencitraan yang lebih akurat dalam mendeteksi gangguan di otak dan lebih cepat karena bersifat real-time dan mobile.

Kerja sama Pusat Neurosains Uhamka dengan CTech Labs Edwar Technology tersebut dilakukan melalui program hibah pengembangan teknologi industri Kemristekdikti berupa pengembangan instrumen bernama Integrated Single-Channel EEG-ECVT (Electrical capacitance volume tomography).

Selain itu, di gerai ini pun ditampilkan beberapa hasil penelitian lainnya seperti Neuro-Leadership hasil kerja sama dengan Bank Indonesia Institute, pemetaan aktivitas otak anak dan remaja yang terindikasi adiksi pornografi bekerja sama dengan Kementerian PPPA dan dengan teknologi EEG.

ISD 2019 diikuti oleh 83 peserta, yakni sebanyak 52 peserta perguruan tinggi, seperti UI, ITB, juga 24 peserta dari instansi seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta enam Sekolah Menengah Atas (SMA) yang memamerkan berbagai hasil produk inovasi iptek.

Di ajang itu juga ditampilkan berbagai kegiatan interaktif iptek di antaranya pertunjukan iptek, Sanggar Kerja Sains, demonstrasi roket air, peneropongan matahari yang dapat disaksikan dan dipraktikkan langsung oleh pengunjung selama kegiatan ISD 2019 berlangsung.
Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar