Partisipasi pencoblosan ulang di Padang turun akibat cuaca buruk

id Pemilu

Masyarakat Bandar Buat Padang awalnya cukup antusias melakukan pencoblosan ulang. Namun cuaca buruk yang datang tiba-tiba membuat warga terhalang ke TPS. (ANTARA SUMBAR/Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) - Hujan dan angin kencang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat sejak pukul 09. 30 WIB menjadi kendala dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 46 TPS di daerah itu sehingga partisipasi pemilih diperkirakan menurun.

"Secara umum pelaksanaan lancar. Cuma karena hujan, partisipasi jadi menurun. Mungkin sekitar 60 persen," kata Komisioner KPU Padang, Mahyudin, Sabtu.

Jumlah itu menurun cukup signifikan dari partisipasi pada Pemilu serentak 17 April yang diperkirakan lebih dari 80 persen.

Mahyudin menyebut berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya, partisipasi pada pemungutan suara ulang memang selalu menurun dari pemilu terjadwal.

Kondisi itu diperparah dengan kondisi cuaca yang buruk sehingga partisipasi dikhawatirkan jauh menurun.

Pantauan Pemungutan Suara Ulang di TPS 23 Kelurahan Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, awalnya cukup antusias. Sejumlah pemilih antre menunggu dipanggil oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Hingga pukul 9.00 WIB sebanyak 59 dari 237 orang yang terdaftar dalam DPT dan DPTb telah menunaikan hak pilihnya di TPS tersebut.

Namun sekitar pukul 9.30 WIB cuaca tiba-tiba berubah buruk. Hujan dan angin kencang melanda Kota Padang hingga mengakibatkan belasan pohon tumbang.

TPS yang berada di luar ruangan juga terdampak hingga terpaksa dipindahkan ke lokasi yang aman dari hujan dan angin.

Ketua KPU Padang M. Sawati menyebut ada beberapa TPS yang memang terpaksa dipindahkan karena cuaca, salah satunya di TPS 3 TabingBanda Gadang.

Namun itu tidak terlalu mengganggu dan pelaksanaan PSU tetap digelar.

Di Kota Padang terdapat 46 TPS yang harus melakukan pemungutan suara ulang. Sebagian besar karena memberikan kesempatan pemilih tanpa surat pindah memilih melakukan pencoblosan.
Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar