Tahun ini, Pesisir Selatan kembangkan 4.271 hektare lahan pertanian tumpang sari

id Kantor Dinas Tanaman Pangan

Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan. (Antara Sumbar/Didi Someldi Putra)

Painan, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tahun ini akan mengembangkan 4.271 hektare lahan pertanian dengan sistem tumpang sari yakni padi dengan jagung.

"Sistem tumpang sari padi-jagung dilaksanakan melalui bantuan anggaran dari pemerintah pusat," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pesisir SelatanAlfriyendri di Painan, Sabtu.

Ia menjelaskan pengembangan akan dilakukan di lahan kering sehingga dimungkinkan tumpang sari antara padi dan jagung.

"Pengembangan tumpang sari seperti ini merupakan yang pertama kali di Pesisir Selatan, sehingga kami mesti ekstra menyosialisasikannya ke petani," kata dia.

Ia juga belum bisa memastikan berapa produksi yang akan didapat jika lahan 4.271 hektare tersebut berhasil dikelola dengan maksimal.

"Biasanya per hektare lahan akan menghasilkan jagung pada kisaran sembilan ton, sementara padi bisa menghasilkan gabah pada kisaran tujuh ton, namun khusus tumpang sari ini kami belum mendapat gambaran pasti," kata dia.

Hanya saja, imbuhnya pada program tumpang sari ini pemerintah pusat hanya mengalokasikan bantuan untuk penyediaan bibit, sementara pupuk dan pengelolaan lahan diserahkan ke petani.

Ia melanjutkan program tersebut akan dilaksanakan di 10 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada di kabupaten setempat.

Kecamatan yang tidak melaksanakannya ialah Kecamatan IV Jurai, Bayang Utara, Bayang, Sutera dan Ranah IV Hulu Tapan, sementara yang lainnya melaksanakan dengan luas lahan yang bervariasi.

Ia menambahkan dibanding 19 kabupaten / kota lainnya di Sumatera Barat, tahun ini Pesisir Selatan yang paling luas mengembangkan tumpang sari padi-jagung. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar