Kota Solok fokus kembangkan PAUD Holistik Integratif

id PAUD Holistik Integratif

Bunda Paud Kota Solok, Zulmiyetti Zul Elfian saat memberi arahan pada sosialisasi pembina PAUD dan TK di Solok. (Antara Sumbar/ Tri Asmaini)

Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat, terus mendorong berkembangnya Pendidikan usia dini yang lebih fokus terhadap Pendidikan Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI).

"Melalui PAUD-HI, beberapa instansi terkait secara bersama-sama terintegrasi dan mendukung pengembangan pendidikan usia dini. Selain pengembangan kualitas diri dan karakter anak, Model PAUD-HI dilakukan dengan peningkatan kualitas gizi anak," kata Bunda PAUD Kota Solok, Zulmiyetty Zul Elfian di Solok, Kamis.

Hal tersebut disampaikan saat sosialisasi perkembangan PAUD di Kota Solok pada 2019.

Menurutnya, PAUD HI adalah penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh) yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu di tingkat masyarakat dan pemerintah.

Para orang tua yang memiliki anak usia dini diharapkan memperhatikan gizi dan kesehatan anak sehingga generasi masa mendatang terpelihara kondisi fisiknya.

Ia mengatakan, maju mundurnya pendidikan usia dini di Solok berada ditangan para pendidik dan pengurus sekolah. Sebab, tidak mudah menjadi guru PAUD dan TK.

“Ibu-ibu pendidik merupakan ujung tombak dalam pembentukan karakter serta imtaq anak usia dini,” ujarnya.

Ia berharap, sosialisasi program PAUD pada 2019 dapat menyamakan persepsi seluruh elemen dalam pembinaan PAUD sehingga dapat berjalan dengan lancar, sukses dan efektif sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Salah satu yang mesti menjadi sorotan Bunda PAUD kota Solok adalah persoalan stunting yang dipicu oleh kekurangan asupan gizi terhadap anak, baik di masa sembilan bulan kandungan maupun pada masa tahun awal kelahiran.

Konsekuensinya, kondisi stunting tidak hanya berdampak buruk pada masa usia dini namun juga dalam masa panjang kehidupan sebab stunting mempengaruhi kapasitas belajar anak hingga risiko penyakit kronis.

"Ini harus menjadi perhatian kita semua, baik bagi orang tua dalam masa kehamilan maupun pasca melahirkan. dan para pendidik PAUD juga harus memperhatikan ini dengan menerapkan sarapan pagi sehat dan bergizi bersama anak didik," sebutnya.

Sementara itu, Ketua Himpaudi Kota Solok, Ria Rusdianto menyatakan pendidik PAUD selama ini telah berusaha keras dalam pelaksanaan seluruh kegiatan-kegiatan dengan mengedepankan pendidikan karakter dan Iman dan Taqwa (Imtaq).

"Kami menyadari peran ibu-ibu sangat penting dalam pengembangan imtaq serta karakter anak, namun kita sebagai pendidik juga harus memperhatikan pengembangan imtaq terhadap diri masing-masing," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh lebih kurang 142 peserta yang meliputi kepala Taman Kanak-Kanak (TK), Guru PAUD beserta organisasi-organisasi mitra PAUD se Kota Solok.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar