Prabowo-Sandi menang di TPS Lapas Padang

id Pemilu di TPS Lapas Padang,Prabowo-Sandi Unggul,Pemilu Serentak 2019,pemilu 2019,pilpres 2019

Salah seorang warga binaan Lapas Padang memasukkan surat suara usai mencoblos, di Padang, Rabu (17/4). (ANTARASumbar/Fathul Abdi)

Padang (ANTARA) - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno unggul dalam hasil perolehan suara di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Muaro Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

"Kami telah selesai menghitung suara di TPS 13 dan TPS 14 yang ada di Lapas Padang, hasilnya dimenangkan oleh calon presiden dan wakil presiden 02," kata Plh Kalapas Padang Rusdi, di Padang, Rabu.

Ia menyebutkan pada TPS 13 surat suara sah sebanyak 178 lembar, dan yang tidak sah satu surat suara.

Dengan rincian 162 suara diraih pasangan 02, dan 16 suara didapatkan pasangan 01 yaitu Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Sementara pada TPS 14 jumlah suara sah sebanyak 107 lembar, dan surat suara tidak sah sebanyak dua lembar.

Dengan rincian pasangan nomor urut 02 memperoleh 94 suara, dan pasangan 01 sebanyak 13 suara.

Secara keseluruhan ada 320 pemilih pada dua TPS Lapas Padang yang masuk di Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang itu.

Namun yang menggunakan hak pilih hanya 288 orang, 32 sisanya tidak menggunakan hak pilih.

"Yang tidak menggunakan hak pilih itu karena ada warga binaan yang sudah bebas sebelum hari pemilihan," jelas Rusdi.

Saat ini jumlah warga binaan yang ada di Lapas Padang sebanyak 970 orang.

"Kami sudah menyampaikan kepada KPU agar diberikan kekhususan di Lapas sehingga hak pilih seluruh warga binaan bisa digunakan, namun ternyata yang terdaftar untuk memilih hanya 307 orang, 13 sisanya adalah petugas KPPS," kata Rusdi.

Pantauan di lapangan dua TPS itu didirikan di sebuah ruangan sebelum masuk ke sel warga binaan.

Pemilihan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, warga binaan tampak melihat-lihat daftar calon legislatif, calon presiden serta wakil presiden yang tertempel di jeruji sebelum mencoblos.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar