Surat suara sah apabila terdapat tandatangan KPPS, kata Ketua KPU Padang Panjang

id Okta Novisyah,KPU,Padang Panjang

Ketua KPU Padang Panjang Okta Novisyah. (Antara Sumbar/Ira Febrianti)

Padang Panjang, (ANTARA) - KPU Kota Padang Panjang, Sumatera Barat menyatakan surat suara yang diterima para pemilih saat menggunakan hak suara dalam Pemilu 2019 sah bila terdapat tandatangan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Ketua KPU Padang Panjang Okta Novisyah di Padang Panjang, Senin, mengatakan hal tersebut hendaknya juga menjadi perhatian bagi para pemilih bahwa lima surat suara yang diterima telah dibubuhi tandatangan KPPS.

"Suara sah bila bertandatangan KPPS, kalau tidak ada berarti suara tidak sah," katanya.

Ia menerangkan tandatangan KPPS dapat menjadi tanda keaslian surat suara di samping tanda pengaman di setiap lembar surat suara yang posisinya hanya diketahui oleh KPU RI.

Saat menyalurkan suara pada 17 April 2019, bagi warga yang buta huruf dapat didampingi oleh kerabat yang ditunjuknya atau didampingi anggota KPPS dengan lebih dulu mengisi formulir C3.

Di samping kecermatan bagi pemilih terkait surat suara sah, ia juga menyampaikan bahwa KPPS harus mencermati warna surat suara dan kelompok pemilih.

"Bagi KPPS perlu menjadi perhatian adalah tidak semua pemilih akan mendapatkan lima surat suara," katanya.

Ia mencontohkan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Padang Panjang yang berlokasi di Kecamatan Padang Panjang Timur, lebih banyak warga binaan yang berdomisili Padang Panjang Barat.

"Warga Padang Panjang Barat di dalam Rutan tersebut tidak dapat menyampaikan hak suaranya untuk DPRD kota karena sudah berada di daerah pemilihan (Dapil) yang berbeda," jelasnya.

Logistik Pemilu di Padang Panjang akan didistribusikan pada H-1 atau 16 April 2019 dari gudang logistik menuju Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Karena semakin dekatnya waktu pemungutan suara, pihaknya mengajak para pemilih hak suara memanfaatkan masa tenang untuk lebih mengenali calon yang akan dipilih. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar