Hujan lebat akibatkan longsor di lima tempat di Agam

id Longsor,agam,BPBD

Alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Agam sedang membersihkan material longsor di Malalak Barat, Kecamatan Malalak, Senin (15/4). (Dok BPBD)

Lubukbasung, (ANTARA) - Lima titik tanah longsor menimbun badan jalan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat setelah curah hujan tinggi melanda daerah itu pada Minggu (14/4) malam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Wahyu Bestari di Lubukbasung, Senin, mengatakan ke lima titik tanah longsor ini menimbun badan jalan di Kecamatan Baso dan Malalak.

"Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu, namun arus transportasi terganggu," katanya.

Ia mengatakan tanah longsor yang menimbun badan jalan itu berada di Batu Apik, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso sebanyak dua titik dengan panjang 2,5 meter dan tinggi delapan meter, panjang delapan meter dan tinggi 10 meter.

Sedangkan di Jorong Baruah, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso satu titik dengan panjang tujuh meter dan tinggi tiga meter.

Satu titik lainnya di jalan provinsi menghubungkan Agam menuju Tanahdatar tepatnya di Jorong Bukik Apik, Kecamatan Baso dengan panjang delapan dan tinggi tiga meter.

Selain itu di Bantiang Utara, Nagari Malalak Barat, Kecamatan Malalak dengan panjang 10 meter dan tinggi lima meter.

Ia menambahkan pembersihan material tanah longsor yang menutupi badan jalan di Kecamatan Baso dilakukan dengan sistem gotong royong oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD setempat, pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI dan masyarakat.

"Setelah dilakukan gotong royong jalan sudah bisa dilewati kendaraan pada Minggu (14/4) sekitar pukul 23.30 WIB," kata dia.

Khusus di Malalakpembersihan material tanah longsor harus menggunakan alat beratdan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam, untuk menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor.

"Saat ini alat berat sudah berada di lokasi untuk membersihkam material longsor, dan mulai bekerja," tambahnya.

Longsor melanda daerah itu akibat curah hujan tinggi melanda daerah itu sejak Minggu (14/4) sore sampai Senin (15/4) dini hari.

Dengan kondisi itu pihaknya mengimbau warga yang tinggal di daerah dataran rendah dan di perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara segera mengungsi ke lokasi lebih aman dari longsor dan banjir.

"Segera mengungsi ke lokasi lebih aman agar tidak menjadi korban," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar