KPU Padang Panjang telah menerima tambahan surat suara Pemilu

id surat suara pemilu,pemilu 2019,KPU Kota Padang Panjang

Ketua KPU Padang Panjang Okta Novisyah menunjukkan kebutuhan logistik pelaksanaan Pemilu di daerah itu, Rabu(10/4/2019). Saat ini Padang Panjang masih kekurangan 9.660 lembar surat suara (Antara Sumbar/Ira Febrianti)

Padang Panjang (ANTARA) - KPU Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menerima tambahan surat suara Pemilu 2019 setelah sebelumnya mengajukan penggantian 9.660 lembar surat suara yang rusak .

"Kami jemput ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Sabtu(13/4) pukul 2.00 WIB dinihari dan sekarang sudah di gudang logistik," kata Ketua KPU Padang Panjang Okta Novisyah di Padang Panjang, Sabtu.

Ia menyebutkan tambahan surat suara yang baru diterima itu sudah langsung dilipat dan disortir selanjutnya dikemas.

Menurut rencana penyaluran logistik dilakukan pada H-1 atau 16 April 2019 dari gudang logistik menuju Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Selanjutnya distribusi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dilakukan keesokan pagi harinya.

"Kami pastikan pelipatan akan selesai sesegera mungkin dan mudah-mudahan tidak banyak lagi yang rusak karena hari pencoblosan sudah semakin dekat," katanya.

Kebutuhan surat suara di Padang Panjang yaitu untuk presiden dan calon wakil presiden, anggota DPD RI, anggota DPR RI dapil Sumbar 1 dan anggota DPRD provinsi dapil Sumbar 6 masing-masing berjumlah 39.641 lembar.

Selanjutnya untuk pemilihan anggota DPRD kota dapil 1 Padang Panjang sebanyak 23.205 lembar dan dapil 2 Padang Panjang sebanyak 16.436 lembar.

KPU Padang Panjang sebelumnya menerima surat suara pada Februari 2019 dan setelah disortir ditemukan rusak sebanyak 9.660 lembar.

Kerusakan pada lembar surat suara umumnya berupa noda tinta yang mengenai nama atau partai salah satu peserta Pemilu dan cetakan gambar yang membayang.

"Karena khawatir kondisi itu nanti dinilai pemilih sebagai penunjuk yang mengarahkan pemilih memilih salah satu calon, maka dinyatakan rusak," katanya.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar