Payakumbuh terapkan buku tamu berbasis elektronik

id buku tamu elektronik,Payakumbuh

Buku tamu berbasis elektronik. (ANTARA SUMBAR/Syafri Ario)

Payakumbuh (ANTARA) - Sejak Awal April 2019, Kota Payakumbuh mulai menerapkan metode buku tamu berbasis IT kepada masyarakat.

"Para tamu yang akan datang ke Kota Payakumbuh untuk pelayanan, tidak lagi mengisi buku tamu secara manual," Kepala Dinas Dukcapil Kota Payakumbuh, Yunida Fatwa, di Payakumbuh, Jumat.

Ia menjelaskan tamu cukup menempelkan KTP el dan sidik jari ke sebuah alat di front office dan data kedatangannya akan terekam di database instansi yang dituju.

Buku tamu elektronik ini juga dalam rangka persiapan dan pemantapan mal pelayanan publik yang akan hadir pada Juli atau Agustus 2019 di Balaikota Payakumbuh.

Sebelum diterapkan secara total di setiap Instansi, Pemko Payakumbuh melakukan uji coba di Dinas Dukcapil. Koneksi buku tamu elektronik ini sudah terserver ke Dinas Kominfo Payakumbuh.

“Di Sumatera Barat, baru dua pemda yang mulai menerapkan buku tamu elektronik ini yaitu Pemprov Sumbar dan Pemkot Payakumbuh," ujarnya.

Untuk menguji kelayakan, buku tamu elektronik ini untuk sementara hanya dioperasikan di Dinas Dukcapil.

Alasan dipilihnya Dinas Dukcapil ini karena instansi terpadat dan tersibuk setiap hari, pasalnya pelayanan publik tersibuk berada di dinas ini.

"Dari sekian banyak instansi, Dinas kami yang paling sibuk dan paling ramai didatangi masyarakat," ucapnya.

Dalam seminggu ini, alat buku tamu elektronik sudah mencatat 1.228 tamu di Dinas Dukcapil.

Disamping itu, Dukcapil juga bisa melakukan evaluasi data kepada masyarakat tersebut jika alat membaca ada kesalahan data dalam KTP el.

“Saat tamu menempelkan KTP el dan sidik jarinya ke alat, kami langsung tahu apa yang akan dia urus karena alat langsung membaca apa kesalahan yang terdapat dalam data kependudukannya,” ucapnya.

Masyarakat tidak perlu lagi mengambil nomor antrian. Datanya sudah terbaca kapan dan jam berapa ia akan dipanggil oleh operator.

“Ini yang akan kami kembangkan bersama Diskominfo. Mungkin Bidang e-Goverment bisa membuat aplikasi di android agar masyarakat tahu kapan ia akan kembali lagi ke kantor Dukcapil tanpa menunggu berlama-lama,” katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar