Padang dorong anak jadi pelopor dan pelapor untuk mencegah penindasan di sekolah

id cegah perisakan

Pelaksana Harian Kepala  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan  Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang Hanurawan (tengah) pada pemaparan program di Padang, Rabu (10/4). (Antara Sumbar/Ikhwan Wahyudi)

Padang, (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat mendorong anak menjadi pelopor dan pelapor untuk mencegah aksi perisakan atau penindasan di sekolah.

"Untuk mencegah aksi perisakan kami mendorong anak menjadi pelopor dan pelapor yang sebelumnya dibekali terlebih dahulu untuk mengampanyekan antiperisakan di sekolah masing-masing," kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang Hanurawan di Padang, Rabu (10/4).

Menurut dia, pihaknya mengambil perwakilan dari masing-masing sekolah untuk dilatih dan dibekali yang kemudian menjadi agen untuk mengampanyekan antiperisakan.

"Jadi peran mereka itu ada dua sebagai pelopor dan pelapor," kata dia.

Ia menyampaikan,perisakan di kalangan anak telah menjadi persoalan yang terjadi di mana-mana dan harus disikapi secara serius.

Selain menjadi pelopor dan pelapor di sekolah, pada kegiatan Pesantren Ramadhan pelajar yang terpilih juga berperan aktif memberikan materi soal antiperisakan.

Hanurawan menilai dengan melibatkan langsung anak dalam pencegahan perisakan jauh lebih efektif ketimbang dilakukan orang dewasa.

"Dari beberapa kasus yang menimpa anak, biasanya mereka akan lebih terbuka bercerita kepada teman ketimbang kepada guru atau orang tua," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar