Telur Buaya Muara menetas di kebun warga Agam, BKSDA pantau secara intensif

id Telur Buaya Menetas,Buaya Muara Agam menetas,BKSDA Agam

Telur Buaya Muara menetas di kebun warga Agam, BKSDA pantau secara intensif

Tumpukan kerabang telur buaya yang telah menetas di Ujuang Labuah, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, Senin (1/4). (Dok. BKSDA Agam)

​​​​​​​Lubukbasung   (ANTARA) - Telur buaya muara (Crocodylus porosus) yang sebelumnya dierami induknya di kebun sawit warga di Joron Ujuang Labung, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah menetas pada Senin (1/4).

Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Resor Agam, Syahrial Tanjung didampingi Pengendali Ekosistem Hutan, Ade Putra di Lubukbasung, Selasa, mengatakan terlihat keseluruhan telur telah menetas, namun belum diketahui berapa jumlah individu anak buaya tersebut.

"Anak buaya tersebut berkeliaran di sekitar sarang dengan ukuran berkisar antara 20 centimeter," katanya.

Ia menambahkan induknya masih mengawasi dan menjaganya dengan agresif sehingga dirinya belum bisa mendekat untuk memastikan berapa jumlah anak buaya tersebut.

Apabila mendekat, maka induk buaya dengan panjang empat meter itu akan menyerang dalam melindungi anak-anaknya.

BKSDA akan memantau secara ketat dan intensif anak buaya itu untuk beberapa hari ke depan untuk memastikan anak-anak satwa dilindungi tersebut kembali ke rawa habitatnya semula yang berjarak 300 meter dari lokasi sarang tersebut.

Ia memperkirakan dalam satu minggu ini anak dan induk buaya akan ke rawa. Anak buaya ini bertahan hidup sampai dewasa sekitar 50 persen karena dimangsa satwa lain dan buaya dewasa," katanya.

Ia menambahkan, buaya muara dengan panjang sekitar empat meter itu ditemukan warga bertelur di lahan sawit pada Jumat (4/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

Atas temuan itu, warga melaporkan ke Bhabinkamtibmas Nagari Tiku Lima Jorong dan Bhabinkamtibmas langsung memberikan informasi ke BKSDA.

Pihaknya langsung ke lokasi dan rupanya buaya itu sedang bertelur. BKSDA memasang papan imbauan dan melakukan pemantauan secara intensif di lokasi itu karena buaya akan menungui telur tersebut sampai menetas.

"Telur buaya menetas sesuai prediksi kita sekitat 80 hari atau pada awal April 2019," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar