Disdukcapil Agam layani dokumen kependudukan hingga ke daerah terpencil

id disdukcapil agam

Tim Pelayanan Keliling Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Agam, sedang melayani warga di Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungraya, Sabtu (30/3). (Antara Sumbar/Istimewa)

Lubuk Basung, (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Agam, Sumatera Barat menurunkan tim pelayanan keliling untuk melayani administrasi kependudukan di daerah terpencil saat hari libur.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Agam Misran di Lubukbasung, Minggu,mengatakan tim pelayanan dengan jumlah 15 orang melayani masyarakat untuk mengurus dokumen adminitrasi kependudukan di Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara.

"Nagari Tiku Lima Jorong itu berjarak sekitar 43 kilometer dari pusat kota di Lubukbasung. Kita melayani di nagari atau desa adat lain apabila ada permintaan dari wali nagari," katanya.

Ia mengatakan tim dari Disdukcapil setempat melayani pengurusan dokumen adminitrasi kependudukan mulai pukul 10.00 WIB sampai 16.45 WIB.

Saat pelayanan itu, tambahnya, sebanyak 86 dokumen administrasi kependudukan yang telah diterbitkan seperti, KTP-E sebanyak 25 lembar, cetak pergantian KTP-El 27 lembar, kartu keluarga 17 lembar, akta kelahiran 15 lembar, akta kematian tiga lembar dan surat pindah dua lembar.

"Apabila listrik tidak padam, maka jumlah pelayanan mencapai ratusan lembar karena pada pukul 16.45 WIB, listrik di daerah itu padam, sehingga puluhan berkas di bawa ke kantor untuk dicetak dan kita akan mengantar kembali ke lokasi," tegasnya.

Pelayanan ke daerah terpencil saat hari libur ini merupakan inovasi jemput bola (Jebol) yang telah dicanangkan semenjak 2014. Ini dalam rangka mendekatkan pelayanan adminitrasi kependuduka kepada masyarakat, mengingat wilayah Agam cukup luas.

Selain itu untuk mencapai target perekaman data KTP nasional 100 persen dan target perekaman akta kelahiran nasional 90 persen.

Saat ini baru 352.081 dari 383.527 wajib KTP yang telah melakukan perekaman atau 91,82 persen dan tinggal 31.446 orang yang belum merekam data.

Sedangkan jumlah anak usia 0-18 tahun yang telah memiliki akta kelahiran 141.375 dari 166.367 anak atau 84,98 persen dan 20.000 anak belum memiliki akta kelahiran.

"Mudah-mudahan dengan inovasi ini maka target akan tercapai nantinya," katanya.

Selain itu Disdukcapil setempat juga memiliki inovasi berupa one day service atau seluruh layanan dokumen kependudukan satu hari selesai, program short message service (SMS) gateway berupa layanan persyaratan administrasi Dukcapil, informasi Dukcapil ada di genggaman , pelayanan lebaran untuk para perantau dan lainnya yang dibuka dua hari setelah Lebaran.

Kemudian layanan Urus Satu Dapat Dua (Uda) yang bisa ditunggu gratis.

Selain itu Sistem Pelayanan Tiap Hari (Simpati Peduli) untuk merekam data wajib KTP, Cek KTP online (Cakep Online) di situs www.cakep.agamkab.go.id. Layanan itu sudah bisa diakses untuk melihat apakah KTP elektronik sudah selesai dicetak setelah perekaman.

Sistim Perekaman Milenial (Siskamil Go To School). Inovasi ini mengunjungi sekolah dalam merekan data siswa yang telah berusia 17 tahun pada 17 April 2019 dan Videotron atau papan informasi bagi masyarakat yang dipasang di depan Kantor Disdukcapil Agam.

Khisus inovasi Simpati Peduli, Cakep Online dan Siskamil Go To School dalam menyukseskan Pemilu 2019, karena KTP-El merupakan dokumen yang harus dibawa bagi mereka tidak memiliki surat undangan dari KPU.

"Bupati selalu menekankan kita harus memiliki inovasi dalam bekerja. Inovasi-inovasi ini sesuai dengan arahan bupati," katanya.

Sementara itu Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Agam Feri Adrianto mengatakan Disdukcapil Agam selalu berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana yang dimilikinya.

"Kami memberikan apresiasi ke Disdukcapil Agam yang tidak berhenti melakukan terobosan dan berharap target perekaman KTP nasional akan tercapai," katanya.
Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar