Padang Pariaman buka peluang investasi wisata kepada swasta

id Investasi Pariwisata,Pariwisata Padang Pariaman

Dua orang anak sedang bermain di Kolam Renang Pasie Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar yang merupakan objek wisata pemandian yang dikembangkan oleh pihak swasta, Minggu. (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M. S)

Parit Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat membuka peluang investasi pariwisata kepada pihak swasta untuk mengembangkan dan mengelola objek wisata di daerah itu.

"Pantai Padang Pariaman potensial dikembangkan untuk objek wisata, mulai dari pantai Batang Anai hingga Batang Gasan," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Padang Pariaman Jon Kenedi di Parit Malintang, Minggu.

Namun, lanjutnya hingga saat ini potensi tersebut belum termanfaatkan secara maksimal sehingga baru beberapa lokasi yang dikembangkan dan dikelola oleh pemerintah daerah itu dan masyarakat setempat.

Sedangkan sejumlah lokasi lainnya memerlukan investasi dari pihak swasta salah satunya yaitu Marina Anai yang mana memiliki konsep dermaga wisata untuk membawa wisatawan ke Kawasan Wisata Mandeh Pesisir Selatan serta pulau di daerah itu.

"Rencana induknya telah disiapkan untuk ditawarkan kepada pihak swasta," katanya.

Menurutnya Marina Anai tersebut memiliki potensi wisata yang besar karena lokasinya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Minangkabau sehingga wisatawan tidak perlu khawatir dengan kemacetan.

"Wisatawan dapat berwisata ke lokasi pilihan dan kembali ke rumah masing-masing di hari itu juga," ujarnya.

Ia menyebutkan setidaknya hingga saat ini sudah dua pihak swasta yang mengembangkan dan mengelola objek wisata di daerah itu yaitu di Pantai Ketaping, Kecamatan Batang Anai dan Puncak Anai, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

Menurutnya kedua objek wisata tersebut menjadi lokasi tujuan wisata wisatawan dari sejumlah daerah.

Untuk memajukan objek wisata tersebut, lanjutnya pihaknya membantunya dengan membangun gerbang untuk di Batang Anai dan mempublikasikan keduanya melalui media masa. ***1***
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar