Warga Pariaman temukan granat di pondasi rumah

id Granat,Warga Temukan Granat,Polres Pariaman

Lokasi penemuan granat di Desa Pasie Sunua, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Sumbar disimpan di Polsek Kota Pariaman, Rabu (27/3). (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M. S)

Pariaman (ANTARA) - Warga Desa Pasie Sunue, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Sumatera Barat menemukan sebuah granat di rumah yang tinggal pondasi yang lokasinya berada di samping rumahnya.

"Penemuan granat itu ketika saya membersihkan lahan bekas rumah yang tinggal pondasi dari semak-semak," kata warga yang menemukan granat tersebut Ambrizal (46) di Pariaman, Rabu.

Ia mengatakan granat tersebut ditemukan di kedalaman tanah sekitar 50 centimeter yang mana penemuan itu karena warga yang bersangkutan menggali tanah untuk menimbun semak-semak yang sudah dipotong.

Ia merincikan kondisi granat saat ditemukan sudah berkarat karena sudah lama tertimbun di dalam tanah.

Ia menyampaikan pondasi rumah yang merupakan tempat penemuan granat tersebut merupakan bekas rumah anggota TNI namun pemilik rumahnya belum mengetahui adanya penemuan itu.

Selasa sore, Ambrizal melaporkan penemuan granat itu ke Kepolisian Resor Kota Pariaman guna mengamankan dan menindaklanjuti penemuan itu.

Saat ini granat tersebut disimpan di Polisi Sektor Kota Pariaman hingga menunggu satuan terkait menjemput dan memusnahkannya.

Sedangkan lokasi penemuan saat ini dipasang garis polisi agar tidak dilintasi oleh warga setempat hingga dilakukan penyisiran dari satuan terkait.

Sementara itu, Kapolres Kota Pariaman AKBP Andry Kurniawan membenarkan adanya penemuan granat tersebut namun pihaknya belum bisa memastikan peledak itu masih aktif atau tidak.

"Kami belum bisa memastikan namun hari ini granat itu akan diserahkan kepada Satuan Brimob Daerah Polda Sumbar," katanya.

Ia mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah Satuan Brimob Daerah Polda Sumbar akan menyisir lokasi penemuan karena menunggu kepastian apakah granat itu masih aktif atau tidak. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar