Nagari Koto Tangah diusulkan sebagai nagari aman pangan

id Nagari Aman Pangan,Nagari Koto Tangah,Agam,Balai Besar POM Padang

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam Ermanto. (ANTARA SUMBAR/ Yusrizal)

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengusulkan Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatangkamang sebagai nagari desa adat aman pangan ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Padang pada 2019.

"Kami telah mengusulkan Nagari Koto Tangah sebagai nagari aman pangan pada awal 2019 dan kita menunggu surat keputusan penetapan dari BB POM Padang," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam Ermanto di Lubukbasung, Selasa.

Ia mengatakan, nagari itu diusulkan setelah memenuhi kriteria persyaratan yang diberikan BB POM Padang.

Persyaratan itu berupa dukungan penuh dari wali nagari atau kepala desa adat, nagari itu memiliki SD sampai SMA, memiliki pariwisata dan produk olahan rumah tangga sudah memiliki izin.

"Setelah kita melakukan verifikasi, Nagari Koto Tangah mememenuhi syarat yang telah ditentukan," tegasnya.

Saat ini pihaknya menunggu surat keputusan penetapan BB POM Padang dan apabila telah keluar maka BB POM Padang akan memberikan pelatih dan program lainnya dalam mendukung nagari aman pangan itu.

BB POM Padang akan menanggung seluruh biaya untuk tahun pertama. Pada tahun kedua anggaran program berasal dari BB POM Padang sebesar 50 persen dan Pemda Agam 50 persen.

Setelah itu, nagari ini akan diusulkan dalam penilaian desa aman pangan tingkat nasional.

"Kita berharap Nagari Koto Tangah akan keluar sebagai pemenang pada lomba itu," tegasnya.

Nagari aman pangan ini dalam rangka agar seluruh pagan di daerah itu aman dari bahan pengawet dan pertisida.

Dengan cara itu, masyarakat terhindar dari berbagai penyakit yang di akibat oleh bahan pengawet dan pertisida tersebut. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar