Uruguay juarai China Cup setelah gunduli Thailand 4-0

id China Cup

Logo China Cup (Wikipedia)

Jakarta, (ANTARA) - Para pemain dan ofisial tim nasional Uruguay akhirnya mengangkat trofi China Cup setelah berhasil menggunduli Thailand dengan skor 4-0.

Tim berjuluk La Celeste yang diasuh Oscar Tabarez itu memang difavoritkan menjuarai turnamen yang digelar di Ibu Kota Daerah Otonomi Guangxi di Nanning tersebut.

Saat babak pertama partai final pada Senin (25/3) malam baru berlangsung enam menit, sundulan Matias Vecino di tiang dekat memaksa kiper Thailand Siwarak Tedsungnoen memungut bola dari jala gawangnya sendiri.

Tim berkostum kebesaran biru muda itu terus menekan, bahkan kapten Diego Godin beberapa kali menciptakan peluang pada awal babak pertama.

Meskipun pengatur serangan Thailand Chanathip Songkrasin bersusah payah mengembalikan kepercayaan timnya, perbedaan kasta kedua kesebelasan telah membawa Uruguay unggul dua gol hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, lagi-lagi gawang Sirawak kebobolan untuk ketiga kalinya oleh Christian Stuani pada menit ke-58.

Thailand kemudian memasukkan Chatchai Budprom untuk menggantikan Sirawak berdiri di bawah mistar gawang tim berjuluk Gajah Putih itu.

Sayang, keberuntungan belum juga berpihak kepada kiper pengganti itu setelah Maxi Gomex menggenapkan keunggulan Uruguay menjadi 4-0 pada dua menit menjelang berakhirnya waktu normal.

Meskipun kalah segalanya dari salah satu tim terkuat di daratan Amerika Selatan itu, pelatih timnas Thailand Sirisak Yodyardthai memuji penampilan anak asuhnya.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para pemain yang berjuang keras dan terima kasih pula kepada Uruguay yang memberikan pengalaman berharga kepada kami melawan tim yang sangat kuat. Saya juga berterima kasih kepada China yang telah mengundang kami untuk berpartisipasi dalam China Cup," katanya seperti dikutip media resmi setempat.

Ia juga merasakan bahwa perlakuan tuan rumah terhadap timnya sangat bagus sehingga dia berharap mendapatkan undangan lagi dalam turnamen serupa tahun depan.

Sementara itu, pelatih Tabarez mengakui adanya perbedaan kelas antara timnya dan tim lawan di babak final itu.

"Uruguay memiliki sejarah dan pengalaman yang lebih panjang daripada Thailand. Tidak mungkin membuat perbandingan kedua tim ini. Saya merasa tidak mampu memberikan saran kepada tim seperti Thailand ini karena semua orang pasti memiliki cara tersendiri dalam sepak bola," kata pelatih berusia 72 tahun yang pernah mendampingi timnya hingga babak perempat final Piala Dunia 2018 di Rusia itu.

Selain Uruguay dan Thailand, China Cup yang digelar di Nanning pada 21-25 Maret 2019 itu juga diikuti tim tuan ruman dan Uzbekistan. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar