Pariaman kirim dua orang gangguan jiwa ke RSJ selama 2018

id Gangguan jiwa,Sakit jiwa,RSJ HB Saanin

Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Pariaman Fajri Jaafar (Antara Sumbar/ Aadiaat MS)

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat mengirimkan dua orang dengan gangguan jiwa ke rumah sakit jiwa (RSJ) HB Saanin Gadut Padang untuk menjalankan perawatan kejiwaanselama 2018.

"Kedua orang tersebut telah sehat dan telah kembali kepada keluarganya," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Pariaman Fajri Jaafar di Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan pengiriman tersebut karena semakin banyak orang dengan gangguan jiwa berkeliaran di jalan kota itu sehingga menciptakan kondisi tidak nyaman di masyarakat.

Ia menyampaikan hal tersebut harus segara ditangani agar kondisi itu tidak terus berlarut dan bahkan mengganggu ketertiban umum.

“Namun untuk penanganan hal ini tidak bisa dilakukan sendiri, karena ini merupakan masalah yang komplek," katanya.

Ia menjelaskan prosedur penanganan orang dengan gangguan jiwa di daerah yaitu mulai dari laporan Puskesmas ke Dinas Kesehatan dan dilanjutkan merujuknya ke RSJ untuk perawatan.

Jika orang dengan gangguan jiwa itu sembuh, lanjutnya maka akan dikembalikan kepada keluarga masing-masing namun apabila membutuhkan rehabilitasi maka Dinas Sosial akan merujuknya kePanti Sosial Bina Laras (PSBL) Dharma Guna Bengkulu.

Ia menyebutkan pada tahun ini pihaknya menerima usulan untuk lima pasien orang dengan gangguan jiwa untuk direhabilitasi ke PSBL Dharma Guna Bengkulu.

"Biaya perawatannya di tanggung Kementerian Sosial sampai pasien sembuh," ujarnya.

Sedangkan biaya keberangkatan pasien dan keluarga ke PSBL Dharma Guna Bengkulu, kata dia sepenuhnya menjadi tanggungjawab Dinas Sosial Kota Pariaman.

Pihaknya meminta keluarga yang anggotanya menderita gangguan jiwa untuk membantu penyembuhan anggota keluarganya agar sehat seperti semula.

"Bangkitkan kembali rasa percaya diri mereka sehingga mereka tidak merasa takut untuk bergaul lagi dengan masyarakat," tambahnya. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar