Angka putus sekolah tahun pelajaran 2018/2019 di Tanah Datar turun

id siswa sd

Ilustrasi - Siswa SD. (Antara)

Batusangkar, (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar,Sumatera Barat menyatakan angka putus sekolah di daerah itu tahun pelajaran 2018/2019 mengalami penurunan menjadi 42 orang dibanding tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 53 orang.

"Jumlah ini turun sebanyak 11 orang dibanding tahun ajaran sebelumnya," kata Kepala Dinas Pendidikan Tanah Datar Riswandi di Batusangkar, Selasa.

Ia menguraikan tahun pelajaran 2017/2018 angka putus sekolah itu sebanyak 23 orang di tingkat Sekolah Dasar (SD), dan 30 orang untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan jumlah keseluruhan sebanyak 53 orang.

Sedangkan tahun pelajaran 2018/2019 sebanyak 23 orang untuk tingkat SD, dan 19 orang untuk tingkat SMP, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 42 orang.

"Di tingkat SD jumlahnya masih sama dibanding tahun sebelumnya, sedangkan untuk tingkat SMP sudah ada penurunan," ujarnya.

Ia mengatakan siswa yang tidak melanjutkan pendidikan itu disebabkan sebahagian kecil karena faktor keluarga, dan sebahagian besar tidak adanya kemauan dari pelajar tersebut untuk melanjutkan sekolah.

Namun saat ini tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Sebab pemerintah melalui Dinas Pendidikan telah menganggarkan beasiswa, baik bagi siswa berprestasi maupun tidak mampu.

"Selain itu pemerintah juga telah memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berupa transportasi gratis bagi siswa yang tinggal jauh dari lingkungan sekolah," ujarnya.

Pihaknya tetap memberikan pemahaman kepada masyarakat serta orang tua wali murid sehingga bisa menekan dan meminimalkan angka putus sekolah di daerah itu.

"Kami tetap mengupayakan dan menekankan pentingnya pendidikan dengan memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat maupun wali murid di Tanah Datar," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar