Mahasiswa Politeknik Padang selenggarakan shalat gaib bagi korban penembakan Selandia Baru

id salat gaib

Mahasiswa Politeknik Negeri Padang laksanakan shalat gaib bagi korban penembakan Selandia Baru di Padang, Senin (18/2) (Gita)

Padang, (ANTARA) - Mahasiswa Politeknik Negeri Padang, SumateraBarat melaksanakan shalat gaib bagi korban penembakan massal yang terjadi di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada Senin di Masjid Jami’atul Ilmi.

Kegiatan ini dipelopori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Padang (BEM PNP) untuk mendoakan korban meninggal dalam musibah itu.

Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Padang, Putra Rama mengatakan selaku umat muslim, pihaknya merasa terpanggil melaksanakan shalat gaib sebagai bentuk rasa kepedulian.

"Karena tidak mungkin rasanya kami melaksanakan shalat langsung disana karena keterbatasan jarak,” kata dia.

Shalat ghaib dilaksanakan serentak setelah melaksanakan shalat Zuhur dan diikuti oleh mahasiswa, dosen Politeknik Negeri Padang serta dipimpin oleh ustadz Rinaldi.

Sebelum pelaksanaan shalat ghaib, kepada para jamaah Rinaldi menjelaskan shalat gaib merupakan shalat yang dilakukan saat ada keluarga maupun kerabat atau saudara muslim yang meninggal dunia dan lokasinya meninggalnya jauh.

“ Disunnahkan mengerjakan shalat ghaib atas jenazah tersebut walaupun waktu meninggalnya sudah lewat satu minggu atau bahkan lebih. Waktu dikerjakannya shalat gaib bisa kapan saja, baik siang atau malam, baik sendiri atau secara berjamaah,” kata dia.

Ia menjelaskan tata cara pelaksanaan shalat gaib, lanjutnya, sama dengan shalat jenazah. Hanya saja shalat ghaib dilakukan ketika mayat berada jauh.

“Dikerjakan dengan empat takbir dan diakhiri dengan salam, dengan berdiri. Perbedaannya hanya ada pada lafal niat shalatnya saja,” tambah dia.

Sementara salah seorang mahasiswa Ana mengatakan musibah ini tragis karena dapat menyebabkan ketakutan kepada umat muslim lainnya, namun ia berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

"Saya berharap umat muslim yang tinggal di luar negeri dapat hidup rukun dan damai dengan berbagai umat beragama lainnya,” kata dia.

***3***

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar