Warga serbu Sate Padang di area car free day Khatib Sulaiman

id pasar sate,sate padang

Kegiatan Pasar Sate di halaman Kantor Dinas Perdagangan Padang, di Jalan Khatib Sulaiman, Minggu (17/3) (Antara Sumbar/Fathul Abdi)

Padang (ANTARA) - Pasar sate yang digelar oleh Dinas Perdagangan Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), dengan menggandeng puluhan pedagang sate Padang untuk berjualan di lokasi "car free day" di jalan Khatib Sulaiman, menjadi buruan warga.

"Dengan adanya kegiatan ini setelah berolahraga di kawasan car free day, saya bisa membeli sate Padang dengan banyak pilihan," kata salah seorang warga Budi Alfiansyah (34), di Padang, Minggu.

Selain itu harganya yang terjangkau juga menjadi nilai tambah untuk membeli Sate Padang di lokasi Pasar Sate tersebut.

Mengingat dengan harga Rp10 ribu warga bisa menikmati seporsi Sate Padang dengan ketupat dan tiga tusuk daging.

Hal yang sama juga dikatakan warga lainnya Rini (32) yang datang membawa sang anak.

"Harganya terjangkau, kalau bisa dirutinkan setiap Minggu di lokasi car free day ini," harapnya.

Kegiatan pasar sate itu digelar di Jalan Khatib Sulaiman, tepatnya di halaman Kantor Dinas Perdagangan Padang.

Pantauan di lapangan, ratusan pengunjung tampak memadati lokasi dan membeli sate Padang dari pedagang yang berjualan dengan gerobak, ataupun tenda.

Menurut Kepala Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Dinas Perdagangan Kota Padang Arliswandi, ada 18 pedagang sate Padang yang diundang dengan berbagai jenis sate, dan merek usaha.

Beberapa di antaranya adalah sate Danguang-danguang, sate Pariaman, sate Taichan, sate KMS, dan lainnya.

Ia mengungkapkan tujuan digelarnya sama dengan festival Sate Padang yang digelar di Jalan Permindo pada pertengahan Februari 2019, yaitu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Sate Padang.

"Tujuannya menghilangkan kekhawatiran masyarakat terhadap sate Padang, setelah terungkapnya kasus pedagang sate yang diduga menggunakan daging babi," katanya.

Sementara Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, kembali mengimbau warga agar tidak terpengaruh dengan satu kasus tersebut.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar